ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 26 Juni 2017
BS logo

12 Sentra Perikanan Peroleh Pasokan Listrik
Selasa, 20 Juni 2017 | 0:09

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memastikan bahwa pengembangan 12 sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) bisa segera dimulai. Sebab, ke-12 SKPT tersebut telah mendapat jaminan pasokan listrik dari PT PLN (Persero). SKPT itu itu mencakup Natuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak Numfor, Mimika, Rote Ndao, Sumba Timur, dan Sabang.

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah bersinergi dan melakukan koordinasi secara intens dengan PLN guna memenuhi pasokan tenaga listrik di setiap lokasi SKPT. Hal tersebut terangkum dalam naskah penandatanganan kesepakatan bersama antara Sekjen KKP Rifky Effendi Hardijanto dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang disaksikan langsung oleh Menteri Susi di Jakarta, Jumat (16/6).

 

Pemenuhan kebutuhan pasokan listrik di 12 lokasi SKPT akan digunakan untuk pengoperasian cold storage, tempat singgah nelayan, pabrik es, sumur, gudang rumput laut, dan tambak serbaguna.

 

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan listrik di 12 lokasi SKPT yang berada di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan. Selain itu, kerja sama juga membahas mengenai pemanfaatan sarana dan prasarana serta pertukaran data dan informasi.

 

Menteri Susi menjelaskan, tenaga listrik di 12 lokasi SKPT yang dibutuhkan tidak terlalu banyak dan tidak membutuhkan transmisi yang besar. “Sebenarnya proyek yang dibuat bukanlah proyek yang besar. Semuanya dalam angka kecil, tapi memang ditempatkan di banyak lokasi karena disesuaikan dengan kondisi geografis,” kata Susi, kemarin.

 

Pasokan tenaga listrik yang bersumber dari baterai maupun diesel, lanjut Susi, dianggap tepat untuk digunakan di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan. KKP berharap PLN dapat memberikan alternatif pasokan tenaga listrik.

 

“Kalau diesel itu terkadang masalahnya di bahan bakar. Tempo hari kita melihat adanya bateraibaterai yang besar, kalau kita bisa pasang di beberapa tempat itu kan bisa dipakai beberapa kali. Mungkin PLN bisa memberikan alternatif kepada kita seperti itu,” lanjutnya.

 

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengungkapkan, PLN siap mendukung program KKP. Dalam 3-4 bulan ke depan, PLN dapat menyelaraskan kinerjanya dengan visi misi KKP, terutama tentang bisnis perikanan yang saat ini butuh dukungan proses elektrifikasi.

 

“Kami harap KKP bisa memberikan gambaran dalam jangka pendek tentang bisnis perikanan, sehingga kami bisa mengantisipasi agar elektrifikasi hari ini bisa akan tumbuh sampai akhir 2019 sekitar 97 % dan sebagian besar ada di Indonesia bagian timur,” jelas dia. (eme)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!