ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Februari 2017
BS logo

Mentan-GPMT Sepakat Tidak Impor Jagung
Jumat, 17 Februari 2017 | 9:32

LAMPUNG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) juga bersepakat tidak melakukan impor jagung sepanjang 2017, selama petani jagung di Indonesia sanggup berproduksi.

 

Pemerintah menargetkan peningkatan produksi jagung secara nasional dan dalam rangka mewujudkan swasembada jagung maka pemerintah akan meningkatkan produksi tahun ini lebih tinggi dari 2016.

 

Demikian disampaikan Amran dalam keterangannya saat melakukan panen jagung seluas 160 hektare (ha) di di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Kabupatan Lampung Selatan, Kamis (16/2). Lahan pertanian jagung ini merupakan kerja sama PT Vasham Kosa Sejahtera dan PT Japfa Comfed dengan petani jagung setempat.

 

"Yang menarik, GPMT bersepakat untuk tidak mengimpor sepanjang 2017. Itu komitmen yang kuat dan luar biasa. Itu merupakan bukti bahwa kondisi sudah bagus dan kita cek langsung harga juga sudah menguntungkan petani. Yang kering di sini dibeli Rp 3.700 per kilogram (kg) dan Rp 2.700 per kg untuk yang basah," ujar Mentan Amran.

 

Mentan Amran menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan beberapa program untuk meningkatkan produksi jagung. “Lampung Selatan termasuk yang kami harapkan bisa melakukan peningkatan produksi jagung. Karena, Lamsel telah menjadi sentra jagung di Lampung,” kata Mentan Amran.

 

Mentan Amran menceritakan, awal mula diangkat menjadi menteri, banyak petani yang meragukan kemampuannya. Sebab, setiap kebijakan yang dikeluarkan, selalu dianggap petani sebagai program propengusaha. "Saya dulu disoroti karena jagung, diserang kiri kanan karena jagung, bahkan pernah ditelepon Bapak Presiden karena jagung," ujar Mentan.

 

Gejolak yang timbul pada petani tersebut, lanjut Mentan, kemudian dievaluasi bersama dengan timnya. Pembahasan mencari solusi bagaimana petani serta pengusaha saling menguntungkan, tapi swasembada pangan tetap terjaga. "Sekarang mereka malah berterima kasih. Awalnya dimusuhi seperti diberitakan di media massa, sekarang tidak. Salah satu organisasi yang getol mengkritisi ya GPMT. Dan terbukti produksi naik, mereka percaya kita tidak perlu impor jagung lagi," ungkap Mentan Amran.

 

Dalam acara tersebut, Mentan Amran didampingi anggota Komisi IV DPR RI Sudin, Sekretaris Provinsi Lampung Sutono, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, Danrem 043 Gatam Kol Inf Basuki, anggota DPD RI Anang Prihantoro, dan Kepala Dinas Pertanian Ediyanto. Menteri sempat mendengarkan penjelasan dari Head of Feed Division PT Japfa Comfeed Harwanto. (tl)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!