ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

RI-AS Kerja Sama Konservasi Habitat Lalu US$ 40 Juta
Kamis, 16 Februari 2017 | 11:28

JAKARTA- Republik Indonesia dan Amerika Serikat bekerja sama dalam meluncurkan program senilai US$ 40 juta untuk konservasi habitat laut dan sumber daya perikanan berkelanjutan di Tanah Air.

"AS dan Indonesia memiliki kemitraan yang kuat di sektor maritim, termasuk melalui program baru yang ditujukan untuk melindungi keanekaragaman hayati laut yang vital," kata Duta Besar AS, Joseph Donovan dalam acara penandatanganan kerja sama di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis.

Selain itu, ujar Joseph Donovan, kerja sama tersebut juga mempromosikan pemanfaatan berkelanjutan yang akan mengamankan sumber daya pangan dan mata pencaharian masyarakat Indonesia.

Dubes AS menjelaskan, melalui kegiatan USAID tersebut, direncanakan meningkatkan pengelolaan enam juta hektare krisis habitat kelautan dan perikanan.

Kemudian, lanjutnya, membangun dan mendukung 15 Kawasan Konservasi Laut (KKL), serta meningkatkan produktivitas perikanan, keamanan pangan dan gizi, serta mata pencaharian berkelanjutan di 13 kabupaten di Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk KKP Nilanto Perbowo menjabarkan, program konservasi laut dan perikanan berkelanjutan USAID yang terdiri dari sejumlah proyek itu berkaitan erat dengan prioritas pemerintah Indonesia.

"KKP berharap untuk dapat melanjutkan kemitraan dengan pemerintah Amerika Serikat," kata Nilanto Perbowo seperti dikutip Antara.

Menurut dia, program tersebut juga akan membantu menjawab tantangan penting dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di tiga provinsi yang menjadi fokus kerja.

Program senilai US$ 40 juta itu selain mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan pengelolaan perikanan berkelanjutan dan konservasi keanekaragaman hayati laut, juga membantu Indonesia dalam memerangi perikanan ilegal, tidak diatur dan tidak dilaporkan (IUU Fishing).

Acara penandatangan kerja sama tersebut juga merupakan bagian dari Indonesia Maritime and Fisheries Business Forum dan dihadiri perwakilan baik dari KKP, instansi pemerintah lain, pemerintah daerah, serta berbagai pelaku usaha perikanan.

Sebelumnya, Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) yang ada di Manado, Sulawesi Utara, berkomitmen meningkatkan peran dan koordinasi serta mengawal beberapa isu penting.

"Isu penting tersebut yakni konservasi kelautan, perikanan berkelanjutan, perubahan iklim, keanekaragaman hayati laut, dan ketahanan pangan," kata Direktur Eksekutif CTI-CFF Widi A Pratikto.

Peran yang diemban oleh kantor sekretariat regional CTI-CFF memang pada dasarnya bersifat regional, namun memiliki interpretasi lebih luas yaitu komitmen nasional Pemerintah Republik Indonesia mendukung kegiatan-kegiatan konservasi, perikanan berkelanjutan dan ketahanan pangan di Indonesia yang menjadi bagian dari kawasan segitiga karang. (gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!