ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

November 2017, Disney - Pixar Hadirkan Film Animasi Coco
Selasa, 24 Januari 2017 | 18:01

Jakarta - Disney Pixar bakal menghadirkan film animasi baru berjudul Coco, November 2017. Film tersebut disutradarai oleh Lee Unkrich dan akan berfokus pada sesuatu yang benar-benar baru, yaitu skeleton (kerangka atau tulang manusia).


Film yang berlatar Meksiko ini berkisah tentang seorang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Miguel. Dia hidup di dalam keluarga yang membenci musik. Kondisi ini menjadi sebuah tantangan bagi Miguel yang sebenarnya ingin sekali menjadi seorang musisi handal layaknya Ernesto de la Cruz. Miguel berasal dari sebuah desa bernama Santa Cecilia, seorang santa yang terkenal sebagai pelindung musisi. Pixar mengambil inspirasi film dari sebuah kota di Meksiko bernama Oaxaca dalam merancang desa ini.


Di desa tersebut, Miguel mengalami serangkaian kejadian mistis dan ajaib yang mengarahkannya kepada sebuah daerah yang dipenuhi skeleton atau dikenal dengan nama Land of the Death. Dalam petualangannya, Miguel ditemani oleh seorang pengembara bernama Hector yang selalu menguji kehebatan Miguel dalam bermusik serta mengungkapkan rahasia keluarganya yang belum pernah diketahuinya.


Unkrich sendiri sudah sejak lama tertarik dengan perayaan Dia de los Muertos atau Hari Orang Mati. Dia sangat tertarik dengan berbabagi ikonografi dan kebudayaan masyarakat yang mewarnai perayaan tersebut, yaitu mereka yang masih hidup dan telah tiada dapat bersatu kembali.


“Momen tersebut merupakan sebuah perayaan yang indah,” ungkap sutradara uang terlibat dalam deretan film Pixar seperti Monster Inc, Finding Nemo, dan Toy Story 3 dalam keterangan pers.


Lima tahun lalu, Unkrich mulai merencanakan pembuatan Coco. Sejak awal, dia banyak melibatkan anggota dari komunitas Latin untuk membantu proses pembuatan film. Hal itu dilakukan agar setiap unsur dalam film terkesan lebih asli dan menghasilkan suara yang benar-benar spesifik. Dia berharap tidak ada salah pengertian ataupun kesalahan-kesalahan lainnya. Bahkan, dia menunjukan film tersebut kepada beberapa konsultan.


“Berdasarkan reaksi yang mereka tampilkan, kami optimis telah melakukan pekerjaan yang baik dalam menampilkan unsur budaya yang sesuai,” papar Unkrich.


Tuntutan dalam menjaga keaslian budaya juga memberikan pengaruh dalam proses casting para pemeran film ini. Ernesto se la Cruz yang diperankan oleh Benjamin Bratt, merupakan sosok gabungan dari musisi-musisi terkenal Meksiko seperti Pedro Infante, Jorge Negrete and Vicente Fernandez. Pengisi suara Renee Victor terpilih untuk memainkan salah satu tokoh penting dalam film tersebut, yaitu sebagai nenek Miguel.


Unkrich menambahkan Gracia Berbal memberikan sebuah kesenangan tersendiri dalam proses pembuatan film. Bintang yang terlibat dalam serial Mozart in the Jungle berperan sebagai Hector, sahabat Miguel. “Dia benar-benar sosok yang menganggumkan. Gael membawa begitu banyak pesona dan kebahagiaan,” ujar dia.


Menurut Unkrich, menemukan aktor cilik yang berbakat itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Untuk bagian terpenting dalam film tersebut, sang sutradara memilih Anthony Gonzalez, seorang anak asal Los Angeles yang baru saja genap berusia 12 tahun. “Kami benar-benar melawan waktu untuk menemukannya. Dia menjadikan film ini benar-benar spesial,” tutur dia.


Walaupun bukan sepenuhnya film musikal, akan ada banyak lagu dalam Coco. Bahkan, hampir semua karakternya adalah pemusik. Soundtrack film ini akan menggabungkan musik asli dengan standar musik Meksiko. “Ketika orang berpikir tentang musik Meksiko, sebagian besar dari mereka langsung mengarah pada Mariachi. Mariachi memang salah satu bagian dari itu. Akan tapi masih ada cakupan musik yang lebih luas lagi, dan kami ingin merangkul semua itu,” jelas dia. (iin)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.