ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

BUMN Bakal Galang Dana Rp 100 T dari Pasar Modal
Oleh Rausyan Fikry | Minggu, 12 Maret 2017 | 20:41

KUTA – Badan usaha milik Negara (BUMN) dan anak usahanya bakal menggalang dana sekitar Rp 100 triliun dari pasar modal tahun ini. Mayoritas dana akan dihimpun melalui emisi obligasi dengan target Rp 65 triliun. Sisanya dipenuhi dari penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham, sekuritisasi aset, dan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

 

Deputi Kementerian BUMN Bidang Restruktruisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro mengungkapkan, untuk memenuhi penggalangan dana dari IPO, tahun ini akan ada sembilan anak usaha BUMN yang menggelar IPO saham dengan target Rp 20 triliun.

 

“Setidaknya tiga anak usaha BUMN akan melaksanakan IPO saham per kuartal yang dimulai pada kuartal II–2017. Anak usaha BUMN ini akan melepas 20-25% saham,” ujar Aloysius di Kuta, Badung, Bali, Jumat (10/3).

 

Dia menjelaskan, anak usaha BUMN yang akan melangsungkan IPO saham berasal dari sektor asuransi, penerbangan, infrastruktur, dan energi. Saat ini belum ada anak usaha BUMN yang mengajukan dokumen sebagai permulaan proses IPO saham. “Perusahaan-perusahaan tersebut masih menunggu hasil audit untuk dipakai saat proses go public,” tutur dia.

 

Sama seperti IPO saham, kata Aloysius, pemerintah juga bakal mengatur waktu pelaksanaan emisi obligasi perusahaan BUMN maupun anak usahanya tahun ini. “Kementerian tidak ingin terjadi crowding out akibat persaingan harga masing-masing perusahaan,” tandas dia.

 

Aloysius Kiik Ro mengaku belum mengetahui pasti nilai emisi surat utang BUMN serta anak usahanya tahun ini. Hanya saja, terdapat obligasi perusahaan negara senilai Rp 65 triliun yang jatuh tempo tahun ini dan harus dibiayai kembali (refinancing). “Angka itu belum memperhitungkan issuer baru,” ucap dia.

 

Dia menambahkan, tahun ini dua perusahaan BUMN dan anak usahanya bakal melakukan sekuritisasi aset di pasar modal. Kedua perusahaan itu adalah anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang masing-masing akan melakukan sekuritisasi aset hingga Rp 10 triliun dan Rp 2 triliun.

 

Menurut Aloysius, ada satu pembangkit listrik milik anak usaha PLN yang bakal disekuritisasi dan dimonetisasi tahun ini. “PLN sedang mengundang selling agent dalam rangka sekuritisasi tersebut,” tutur dia.

 

Adapun untuk penerbitan saham baru, kata dia, bakal dilaksanakan dua anak usaha BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) dan PT PP Properti Tbk (PPRO). Bank Agroniaga dan PP Properti membidik perolehan dana masing-masing sekitar Rp 796 miliar dan Rp 1,5 triliun. (bersambung)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/dapen-diharapkan-lebih-manfaatkan-pasar-modal/157562


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.