ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Februari 2017
BS logo

PERCEPAT PEMBENTUKAN 6 HOLDING BUMN (2)

Menyatukan Pendapat di Internal Pemerintah
Oleh Yosi Winosa dan Nasori | Senin, 23 Januari 2017 | 14:39

Pengamat BUMN Said Didu mengatakan, enam holding BUMN semestinya bisa diwujudkan tahun ini. Soalnya, rencana pembentukan holding BUMN saat ini tidak menghadapi hambatan berarti, terutama dari parlemen.


"Situasi saat ini sangat kondusif untuk mewujudkan rencana pembentukan holding BUMN. Ini urgen untuk diwujudkan. Seharusnya bisa dipercepat. DPR sekarang tidak rumit, karena mayoritas mendukung pemerintah. Presiden juga sangat mendukung. Sekarang tinggal tergantung pada pelaksana-pelaksana di pemerintah,” ujar dia.


Apalagi, menurut Said, secara regulasi tidak ada keharusan bagi pemerintah untuk melibatkan atau meminta persetujuan DPR dalam mewujudkan rencana pembentukan holding BUMN.


“Landasannya adalah Undang-Undang tentang BUMN. Mekanisme pengalihan aset dari BUMN ke BUMN lain cukup menggunakan mekanisme korporasi, tidak lagi lewat mekanisme APBN,” tutur dia.


Mekanisme tersebut, kata Said Didu, kemudian diatur secara rinci dalam PP No 72 Tahun 2016 tentang Perubahan atas PP No 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada BUMN dan Perseroan Terbatas.

Untuk itu, Said menegaskan, yang harus segera dilakukan saat ini adalah menyatukan pendapat di internal pemerintah. Harus ada satu pendapat untuk bisa merealisasikan pembentukan holding BUMN.


“Satukan pendapat, segera bentuk holding BUMN. Cukup sudah dengan wacana-wacana. Jika PP pembentukan holding telah terbit, pemerintah sudah meraih satu langkah kemajuan. Selanjutnya lakukan dialog dengan DPR, agar tidak muncul penafsiran yang berbeda,” papar dia.


Dia mengakui, pembentukan holding BUMN tersebut sejalan dengan tuntutan agar BUMN memiliki daya saing yang tinggi di tengah persaingan global yang semakin ketat, dengan memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha.


“Merujuk pada praktik di negara lain, seperti Singapura dan Malaysia, ada beberapa pilihan metode restrukturisasi tersebut, salah satunya lewat pembentukan holding company,” ucap dia. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/saham-freeport-otomatis-masuk-ke-holding-tambang/155634


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.