ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 24 Juni 2017
BS logo

Pemda Lain Perlu Dukung DKI Tangani PMKS
Senin, 19 Juni 2017 | 6:18

JAKARTA- Pemerintah daerah lain perlu mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dengan cara mencegah kembali ke Ibu Kota, kata Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Sigit Rochadi.

"Bentuk kerja sama pemerintah daerah asal juga harus membantu memantau dan mengidentifikasi saat PMKS dikembalikan ke daerah. Jangan sampai hanya menjadi urusan kota besar," ujar dia di Jakarta, Minggu.

Jangan sampai daerah asal, tutur Sigit, kurang peduli. Pemerintah daerah juga selayaknya mendata warga warga masuk kelompok miskin dan memberikan bantuan agar warga miskin tidak mencari kesempatan ke Ibu Kota.

Pemerintah daerah harus bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warganya dan tidak boleh melakukan pembiaran.

"Tidak benar kalau pemerintah asal tidak merespon, acuh tak acuh dan merasa semacam dipermalukan dengan dipulangkannya PMKS dan tidak mengakui berasal dari desa dan kecamatan itu," kata dia.

Sigit menuturkan menjelang puasa arus migrasi masuk ke Jakarta untuk memanfaatkan belas kasihan warga Ibu Kota, sementara setelah Lebaran terdapat migrasi pencari kerja, tetapi tidak semuanya berketerampilan sehingga berpotensi menjadi PMKS.

"Pemerintah daerah asal harus merespon kebijakan DKI Jakarta dalam penanganan gelandangan dan pengemis, jangan sampai menjadi masalah tahunan di Jakarta saat Lebaran," kata dia.

Sementara untuk penjangkauan PMKS oleh Dinas Sosial DKI Jakarta, diharapkan dilakukan menyeluruh, bukan hanya titik-titik di jalan protokol tetapi juga masuk ke jalan-jalan kecil, khususnya dekat dengan perbatasan daerah penyangga.

"Daerah penyangga perlu semacam operasi pintu masuk arus orang luar kota masuk Jakarta karena motivasi tidak jelas akan mengganggu ketertiban Jakarta," tutur dia.

Ada pun selama ini lebih dari 50% PMKS yang terjangkau Dinsos DKI Jakarta berasal dari daerah lain. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!