ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 24 Juni 2017
BS logo

Geo Dipa Energi Tambah 2 WKP Panas Bumi
Sabtu, 17 Juni 2017 | 14:39

JAKARTA- BUMN panas bumi PT Geo Dipa Energi (Persero) melakukan ekspansi usaha dengan menambah pengelolaan wilayah kerja pertambangan (WKP) panas bumi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kami telah mendapatkan dua WKP lagi, yaitu Umbul Telomoyo di Jawa Tengah dan Arjuno Welirang di Jawa Timur," kata Direktur Utama Geo Dipa Energi Riki Ibrahim di Jakarta, Sabtu.

Sebelumnya, Geo Dipa telah mengelola dua WKP yakni Dieng, Jawa Tengah dan Patuha, Jawa Barat, sehingga BUMN khusus panas bumi tersebut kini mengelola empat WKP.

Menurut Riki, dengan tambahan WKP itu maka Geo Dipa berperan nyata dalam mendukung program pemerintah mengembangkan energi panas bumi dengan target sekitar 7.000 MW pada 2025.

Penambahan WKP di wilayah Nusantara itu, lanjutnya, juga menginspirasi perubahan nama perseroan menjadi PT Geothermal Nusantara (Persero), dengan target pada 2017.

Sebelumnya, nama Dipa diambil dari gabungan kata Dieng dan Patuha.

Direktur Keuangan Geo Dipa Energi Muhammad Ikbal Nur menambahkan WKP Arjuno Welirang memiliki potensi sumber daya sebesar 180 MW, sehingga dapat berkontribusi menerangi Jatim dan khususnya sekitar area kedua gunung tersebut.

"Proyek ini diharapkan dapat berproduksi pada 2025 mendatang karena persiapan proyek memerlukan waktu antara 5-8 tahun. Untuk itu, dukungan masyarakat dan lima pemda sekitar WKP menjadi sangat penting," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Pemprov Jatim Kukuh Sujatmiko menekankan sosialisasi pembangunan energi panas bumi merupakan hal penting agar tidak menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.

"Kami selaku pemerintah daerah sangat mengharapkan percepatan pengembangan panas bumi di Jatim. Kami akan lebih meningkatkan peran serta semua pihak agar penugasan pemerintah pusat ini dapat terealisasi dengan cepat," katanya.

Pada Selasa (13/6), digelar sosialisasi pengembangan WKP Gunung Arjuno Welirang untuk pertama kalinya di Batu, Malang, Jatim.

Hadir dalam sosialisasi yang dibuka Kukuh Sujatmiko, antara lain perwakilan Ditjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, pakar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan WWF.

Selain itu, hadir pula perwakilan Pemkab Pasuruan, Pemkab Mojokerto, Pemkab Malang, Bappeda Provinsi Jatim, dan Pemkot Batu. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!