ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 29 Juni 2017
BS logo

Segera Rumuskan Kebijakan Energi
Oleh Rangga Prakoso | Selasa, 17 Desember 2013 | 15:18

Pengamat Energi Dr Darmawan Prasodjo (kanan) bersama Wakil Direktur Reforminer Institute Komaidi Notonegoro (tengah), dipandu moderator yang juga Pemimpin Redaksi Investor Daily dan Suara Pembaruan Primus Dorimulu (kiri) menjadi pembicara dalam Pertamina Energy Outlook 2014 bertema “Menata Kembali Tata Kelola Energi Nasional Yang Lebih Baik” di Jakarta, Senin (16/12). BeritaSatu Photo/SP-Joanito de Saojoao Pengamat Energi Dr Darmawan Prasodjo (kanan) bersama Wakil Direktur Reforminer Institute Komaidi Notonegoro (tengah), dipandu moderator yang juga Pemimpin Redaksi Investor Daily dan Suara Pembaruan Primus Dorimulu (kiri) menjadi pembicara dalam Pertamina Energy Outlook 2014 bertema “Menata Kembali Tata Kelola Energi Nasional Yang Lebih Baik” di Jakarta, Senin (16/12). BeritaSatu Photo/SP-Joanito de Saojoao

JAKARTA – Pemerintah dan DPR harus segera merumuskan kebijakan energi yang komprehensif untuk mengantisipasi kelangkaan sumber energi pada masa mendatang. Pengembangan energi nasional harus menyeluruh, jangan hanya bertumpu pada minyak dan gas (migas).

Selain itu, pemerintah harus disiplin menerapkan jadwal konversi energi bahan bakar minyak (BBM) ke energi terbarukan (renewable energy), seperti bioenergi, panas bumi, angin, sinar matahari, arus laut, serta aliran dan terjunan air. Untuk merangsang penggunaan energi baru terbarukan secara masif, konsumen dan produsen energi baru terbarukan perlu diberi insentif.

Kebijakan energi yang komprehensif harus diprioritaskan karena Indonesia sudah mengalami krisis energi. Jika tidak segera ditangani, krisis energi bisa melumpuhkan perekonomian nasional. Indikasi ke arah itu sudah muncul dalam bentuk defisit perdagangan yang terus membesar akibat tingginya impor minyak dan BBM, sehingga rupiah terdepresiasi.

Hal itu terungkap dalam Pertamina Energy Outlook 2014 di Jakarta, Senin (16/12). Diskusi yang dipandu Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu itu menghadirkan pengamat energi Darmawan Prasodjo dan Wakil Direktur Reformainer Institute Komaidi Notonegoro selaku pembicara.

Menurut pengamat energi Darmawan Prasodjo, kebijakan energi yang komprehensif harus segera dirumuskan pemerintah dan DPR karena Indonesia sejatinya sudah mengalami krisis energi. “Kebijakannya harus menyeluruh pada renewable energy, jangan parsial pada migas saja. Dengan cadangan yang terus menipis, kita tidak bisa terus mengandalkan migas,” ujar dia.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!