ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

Bank OCBC NISP Targetkan Laba Tumbuh 15%
Senin, 23 Januari 2017 | 2:04

JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk menargetkan pertumbuhan laba tahun 2017 mencapai 15%. Hingga kuartal III-2016, laba bersih perseroan mencapai Rp 1,35 triliun atau naik 28% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,06 triliun.

 

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menjelaskan, pihaknya tidak hanya mengharapkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) untuk mendulang laba. Namun, perseroan juga menumbuhkan pendapatan berbasis biaya (fee based income). "Jangan mengharapkan net interest margin saja, fee based juga harus tumbuh," kata Parwati di Jakarta, Kamis (19/1).

 

Di sisi lain, biaya pencadangan yang mengkontribusi beban usaha juga bisa mempengaruhi perolehan laba. Tahun ini, menurut Parwati, risiko kredit belum berakhir, sehingga biaya pencadangan belum bisa ditekan.

 

"Kalau bicara mengenai biaya pencadangan terkait juga dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), tahun ini nampaknya belum bisa turun, karena kondisi pasar global dan domestik. Namun, kami harapkan sebelum pertengahan tahun ini kondisi bisa pulih," jelas dia.

 

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan kredit perseroan, menurut Parwati, tahun ini bisa mengarah double digit di kisaran 10-15%. Adapun fokus kredit perseroan adalah di segmen UKM dan segmen kredit lainnya.

 

"Kami ingin menumbuhkan segmen UKM, karena potensinya masih besar dan juga untuk mengejar pemenuhan porsi kredit UKM yang diarahkan BI," ujar dia.

 

Parwati mengungkapkan, untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pihaknya masih bisa mencapai pertumbuhan 14%. Menurut dia, tidak ada kecenderungan persaingan dana yang berarti di industri perbankan, sehingga perseroan masih bisa menghimpun tabungan dan giro, tidak hanya mengandalkan pada deposito saja.

 

Perseroan juga berharap bisa menghimpun pendanaan dari dana repatriasi yang pada Desember 2016 sudah mencapai Rp 7,2 triliun. Dia mengatakan, penempatan dana repatriasi sudah mulai bergeser dari deposito ke instrumen lain seperti reksadana dan obligasi.

 

Ke depan, dia berharap bisa masuk ke instrumen jangka panjang lain seiring dengan pengembangan produk yang dilakukan perseroan. Sedangkan untuk dana jangka panjang, dia mengungkapkan, perseroan juga berencana menerbitkan obligasi.

 

Pada tahun ini, menurut Parwati, pihaknya masih memiliki sisa plafon obligasi sebesar Rp 6 triliun. Meski demikian, dia belum bisa memastikan penerbitan obligasi tersebut karena tergantung suku bunga di pasar.

 

"Penerbitannya bisa kami lakukan beberapa kali atau sekaligus tahun ini, tergantung suku bunga di pasar," kata dia.

 

Mengenai aksi korporasi, menurut Parwati, pihaknya masih berencana untuk mengakuisisi atau mendirikan perusahaan multifinance. Namun sayangnya, perseroan belum menemukan perusahaan yang tepat.

 

"Kami masih berkeinginan untuk mengakuisisi multifinance, tapi belum ada yang cocok," ungkap dia. (gtr)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.