ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Februari 2017
BS logo

Kredit Valas Tumbuh 3,62%
Senin, 23 Januari 2017 | 1:41

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit dalam valuta asing (valas) mulai meningkat pada akhir tahun lalu, dengan pertumbuhan sebesar 3,62% secara year on year (yoy). Tahun ini, penyaluran kredit valas juga diperkirakan dapat membaik seiring membaiknya kinerja ekspor impor di Tanah Air.

 

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan, penyaluran kredit valas sempat mencatatkan perlambatan, bahkan mengalami kontraksi. Namun, menjelang akhir tahun lalu, penyaluran kredit valas mulai membaik.

 

"Yang paling melambat itu kan semula kredit valas, dan itu menekan kredit secara keseluruhan. Tapi saat ini mulai tumbuh," kata Erwin di Jakarta, Jumat (20/1).

 

Berdasarkan data sementara BI, hingga Desember 2016 penyaluran kredit dalam denominasi valas tercatat tumbuh 3,62%, sedikit lebih tinggi dibandingkan 2015 yang sebesar 2,98%. Kredit dalam denominasi rupiah tumbuh 9,15% atau melambat dibandingkan akhir tahun 2015 sebesar 11,94%.

 

Sementara itu, untuk penyaluran kredit secara keseluruhan akhir tahun lalu tercatat sebesar 7,9% atau melambat dibandingkan tahun 2015 yang masih tumbuh 10,44%. Kredit valas sempat mengalami kontraksi atau penurunan secara year on year (yoy) hingga Oktober 2016. Bahkan, penurunannya mencapai 12,85% (yoy) pada September 2016.

 

Pertumbuhan kredit valas mulai terjadi pada November 2016 yang sebesar 3,35% (yoy) dan berlanjut pada Desember 2016 yang tumbuh 3,62% (yoy). "Harapan kami, pertumbuhan permintaan dari perusahaanperusahaan itu bisa mendorong pertumbuhan kredit. Sebab, sebenarnya pertumbuhan yang rendah itu beberap waktu lalu lebih karena faktor permintaan, bukan suplai dari perbankan," jelas dia.

 

Dia pun memperkirakan, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) perbankan secara keseluruhan pada 2017 tumbuh pada kisaran 9-11%. "Ke depan, kalau kami lihat seperti halnya sudah terlihat tahun ini, kredit akan didorong oleh sektor pariwisata, konstruksi dan infrastruktur, serta pengolahan," jelas dia.

 

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk Thilagavathy Nadason mengatakan, saat ini pihaknya sangat berhati-hati menyalurkan kredit valas. Namun, dia mengakui, setelah sempat mencatatkan penurunan, saat ini kredit valas relatif stabil.

 

"Kami sangat berhati-hati menyalurkan kredit valas, rata-rata penyaluran kredit ini dalam valas. Kemarin sempat menurun, tapi trennya sudah relatif stabil, di mana biasanya kredit valas dibutuhkan untuk pembiayaan infrastruktur dan listrik," jelas dia.

 

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Treasury PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Haru Koesmahargyo menjelaskan, pada akhir 2016 tren kredit valas perseroan mulai tumbuh lebih baik. Meski demikian, secara porsi kredit valas terhadap total kredit BRI masih di bawah 5%.

 

"Ke depan, memang arah penyaluran kredit kami akan didominasi mata uang rupiah dibanding valas," ungkap dia. (nti)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!