ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

Airbus Digugat Austria US$ 2 Miliar
Jumat, 17 Februari 2017 | 17:22

WINA – Pemerintah Austria pada Kamis (16/2) menyampaikan akan menggugat rakasasa produsen pesawat Eropa, Airbus SAS sebesar US$ 2 miliar. Gugatan tersebut berhubungan dengan penjualan pesawat jet Eurofighter yang sudah sejak lama menjadi sumber bencana terjadinya dugaan suap.


Hasil penyelidikan pemerintah menyimpulkan bahwa konsorsium Airbus dan Eurofighter telah dengan sengaja menutupi harga penjualan pesawat yang sebenarnya kepada Republik Austria, kemudian masalah pengiriman dan peralatan dari kesepakatan yang ditandatangani pada 2003 tersebut.


“Austria tidak akan pernah memutuskan untuk membeli pesawat jet tempur Eurofighter pada 2003 tanpa adanya tipu muslihat yang dilakukan Airbus dan Eurofighter,” ujar Menteri Pertahanan Austria Hans Peter Doskozil.


Austria – sebagai anggota blok Uni Eropa (UE) – menuntut ganti rugi hingga sebesar 1,1 miliar euro atau setara US$ 1,16 miliar, atas kesepakatan pertahanan bernilai sekitar 2 miliar euro atau setara US$ 2,1 miliar.


Menurut laporan Task Force Eurojet yang disampaikan di Wina, Eurofighter mengetahui bahwa pihaknya tidak akan pernah dapat memenuhi tenggat waktu pengiriman 15 pesawat. Bahkan hasil penyelidikan yang berlangsung selama lima tahun itu menemukan bahwa Austria telah ditagih kelebihan biaya yang diduga untuk suap.


“Dua perusahaan tersebut tidak pernah memberitahu Austria bahwa kesepakatan senilai 2 miliar euro itu akan mencakup biaya hukum dan kejahatan,” pungkas Doskozil kepada para wartawan.


Sementara menjelang perilisan laporan itu, Airbus menyebutkan dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan ke AFP bahwa mereka tidak mengetahui hasil temuan Austria dan tidak mendapat penjelasan rinci mengenai gugatan yang diajukan.


Akan tetapi, pihaknya mengaku bahwa Airbus sudah bekerja sama dengan pihak berwenang dalam beberapa tahun terakhir, semisal melalui permintaan keterangan.


Sebelumnya, pada akhir Januari, Airbus sudah setuju untuk membayar pajak tambahan sebanyak puluhan juta euro atas dugaan kecurangan pembayaran sebesar 90 juta euro terkait dengan kontrak Eurofighter Austria.


Pemerintah Austria dan Jerman yang sedang meluncurkan penyelidikan korupsi terhadap Airbus, kemudian memanggil EADS untuk menyelidiki apakah para pejabat telah membayarkan jutaan euro melalui perusahaan penasehat demi mengamankan kontrak.


Jaksa di Munich pun menetapkan akan menyampaikan temuan awal mereka di akhir tahun ini.


Di sisi lain, kesepakatan Eurofighter pertama kali diumumkan pada 2000 oleh pemerintah yang dikuasai konservatif. Padahal ada pertentangan sengit dari mitra koalisi sayap kanan dan Sosial Demokrat.


Akibat keterbatasan anggaran maka pemerintah mengurangi jumlah pesawat yang dipesan dari 24 pesawat jet menjadi 18 unit, kemudian turun lagi menjadi 15 unit. Pembelian jet tempur militer itu sendiri memicu kegelisahan publik Austria – sebagai negara netral bukan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).


Tak lama setelah kontrak ditandatangani, tuduhan pun mulai merebak dan melibatkan politisi dan lainnya dalam kesepakatan menerima suap.


Penyelidikan segera dilakukan pada 2007 untuk melihat adanya kemungkinan suap, namun tidak ada kesimpulan tegas.


Eurofighter Typhoon merupakan produk bergengsi untuk industri pertahanan Eropa dan prototipe perama yang dibuat pada 1989.


Empat negara pendiri dalam konsorsium – Jerman, Spanyol, Inggris, dan Italia – semuanya menggunakan pesawat mereka sendiri dalam angkatan udaranya.


Austria melihat penjualan pertama di luar empat angogta konsorsium, dan sejak Juli 2007 sebanyak 15 jet Austria telah mencatatkan lebih dari 5.000 jam terbang. Demikian menurut konsorsium. Pada 2006, Arab Saudi sepakat membeli 72 pesawat tempur Eurofighter Typhoon.


Sedangkan kontrak-kontrak lainnya telah ditandatangani Oman dan Kuwait. Berikut Airbus Defence and Space, yang mewakili Jerman dan Spanyol, konsorsium yang termasuk grup BAE System asal Inggris dan perusahaan Leonardo asal Italia. Pesawat jet tempur Eurofighters ini juga digunakan dalam misi tempur di Libya pada 2011. (afp/pya)



Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!