ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 29 Juni 2017
BS logo

Aria Bima Tegaskan PDIP Pimpin Aksi Demonstrasi
Selasa, 27 Maret 2012 | 5:39

JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Aria Bima menyatakan bahwa partainya bukan menunggangi, melainkan memimpin aksi-aksi demonstrasi menolak rencana Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ia mengaku gemas mendengar tuduhan politikus Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, seolah partainya menunggangi aksi-aksi demonstrasi mahasiswa.

Aria Bima yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini menambahkan, sejak sebelum demonstrasi mahasiswa merebak, sikap partainya sudah jelas dan tegas menolak opsi menaikkan harga BBM.

Sehingga, menurut dia, wajar jika partainyalah yang berdiri di depan, memimpin aksi unjuk rasa menentang rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

"Sekali lagi kami tegaskan, PDI Perjuangan tidak menunggangi, tetapi justru memimpin aksi-aksi demonstrasi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM," katanya kepada Antara.

Dikatakan Aria Bima, PDI Perjuangan berdiri di depan bersama rakyat, mengawal perjuangan menolak kenaikan harga BBM.

"Sikap PDI Perjuangan itu sejalan dengan instruksi Ketua Umum Ibu Megawati agar seluruh kader partai membersamai rakyat menolak kenaikan harga BBM. Yang mana kader PDI Perjuangan tersebar di lembaga legislatif, eksekutif, maupun struktur partai sejak pusat hingga daerah," katanya menandaskan.

Dengan demikian, lanjutnya, tidak benar jika keterlibatan kader-kader PDIP di lapangan tersebut menunggangi aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM. "Mereka tidak menunggangi, tetapi memimpin! Dan itu sudah berlangsung sejak awal," katanya.

Jalan Keluar
PDI Perjuangan, demikian Aria Bima, menolak kenaikan harga BBM lantaran meyakini Pemerintah sebenarnya masih bisa mencari jalan keluar selain menaikkan harga BBM.

Misalnya, menurut dia, melakukan penghematan anggaran perjalanan dinas pejabat, melakukan efisiensi BPH Migas dan Pertamina, serta meningkatkan produksi (lifting) minyak dalam negeri.

Pemerintah, lanjutnya, juga bisa menekan harga BBM dengan membeli langsung minyak mentah kepada negara produsen, bukan melalui makelar dan spekulan seperti selama ini.

Seiring dengan itu, dia mengharapkan Pemerintah bisa menyiapkan kilang-kilang pengolahan BBM di dalam negeri dan mengembangkan industri bahan bakar nabati pengganti BBM.

PDI Perjuangan, jelas Aria Bima, merupakan partai oposisi. Sebagai oposisi, menurut dia, PDIP menjalankan amanat konstitusi untuk melakukan tugas check and balances atau mengawasi dan mengawal kekuasaan demi tercapainya kesejahteraan rakyat. (*/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!