ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

SEPEKAN, ASING CATATKAN NET BUY RP 5,42 TRILIUN

IHSG Menuju 6.000
Oleh Rio Winto dan Ester Nuky | Senin, 20 Maret 2017 | 12:20

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan menuju level baru 6.000 hingga akhir tahun ini, bahkan berpotensi menembus level psikologis tersebut. Optimisme itu muncul setelah Jumat lalu indeks mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada level 5.540,43, menumbangkan rekor sebelumnya pada posisi 5.523,29 yang sudah bertahan dua tahun.


Setelah The Fed menaikkan suku bunganya, justru asing memborong saham besar-besaran dalam dua hari perdagangan terakhir di BEI, sehingga sepanjang pekan lalu total mencatatkan net buy Rp 5,42 triliun.


Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Heldy Arifien mengatakan, masih terbuka peluang untuk IHSG naik ke level 6.000 akhir tahun ini. Tren aksi beli asing juga masih akan berlangsung.


"Ruangnya masih ada menuju 6.000 hingga akhir 2017, melihat kinerja emiten BEI yang cukup baik. Indonesia kondisinya juga sehat dan cukup bertahan, jadi kalau pun pekan depan terkoreksi, masih koreksi wajar dengan berayun positif," katanya saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.


Sementara itu, untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir, The Federal Reserve (The Fed) menaikkan Fed funds rates 25 basis poin menjadi 0,75-1% pada Rabu (15/3) waktu AS, atau Kamis (16/3) pagi WIB. Gubernur The Fed Janet Yellen mengatakan, kenaikan suku bunga acuan ini merefleksikan pemulihan ekonomi negara adidaya tersebut, seiring bursa tenaga kerja yang menguat dan inflasi meningkat sesuai ekspektasi.


Pelaku pasar pun sudah mengantisipasi penaikan FFR tersebut, sejak sepekan sebelum keputusan resmi dikeluarkan bank sentral AS. Begitu The Fed resmi mengumumkan kenaikan suku bunganya, bursa-bursa dunia pun menghijau sepanjang Kamis lalu (16/3). Indeks sebagian besar bursa melanjutkan penguatannya pada hari berikutnya, dengan indeks FTSE ST Singapura naik 0,19% ke 3.169,38 dan Nikkei 225 Jepang turun 0,35% ke 19.521,59.


Di BEI, Kamis pekan lalu, IHSG melejit 1,58% ke 5.518,24. Transaksi saham BEI mencapai Rp 8,63 triliun dan asing membukukan pembelian bersih Rp 1,84 triliun, sehingga membalikkan posisi asing yang sebelumnya mencatatkan akumulasi net sell menjadi net buy Rp 1,80 triliun year to date.


Bahkan, pada hari berikutnya, transaksi di BEI menembus Rp 12,70 triliun, dua kali lipat dari rata-rata harian Rp 6,82 triliun, di mana asing mencatatkan net buy Rp 2,49 triliun. Lonjakan transaksi yang luar biasa ini mendorong IHSG dan kapitalisasi pasar BEI mencetak rekor baru, masing-masing sebesar 5.540,43 dan Rp 6.019,00 triliun. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/indeks-masih-akan-cenderung-bertahan-di-level-tinggi/157904


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!