ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 24 Juni 2017
BS logo

KEJAR PDB 5,6%, INVESTASI DIPATOK RP 795 TRILIUN (3)

Kontribusi PMA Capai 62%
Oleh Yosi Winosa dan Nasori | Senin, 19 Juni 2017 | 14:03

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengungkapkan, dari total target realisasi investasi 2018 sebesar Rp 795 triliun itu, PMDN diperkirakan berkontribusi Rp 298,7 triliun (37,6%), sedangkan PMA sebesar Rp 496,3 triliun (62,4%).

Dia menjelaskan, sektor-sektor yang diharapkan terlibat dalam realisasi investasi 2018 di antaranya pengolahan sumber daya alam, termasuk produk mineral tambang dan produk pertanian, terutama minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), serta pengolahan produk perikanan.

“Selain itu industri kimia, termasuk petrokimia, industri padat karya, industri orientasi ekspor, industri substitusi impor, industri logam, termasuk komponen dan parts otomotif, industri parawisata, termasuk pembangunan hotel di berbagai daerah pengembangan daerah-daerah wisata baru, serta pembangunan infrastruktur, termasuk pembangkit tenaga listrik, jalan tol, dan pelabuhan,” papar Azhar.

Berdasarkan negara asal, menurut Azhar Lubis, penanaman modal asing pada 2018 diperkirakan berasal antara lain dari Singapura, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Malaysia.

“Namun, potensi PMDN akan semakin luas dan besar, termasuk di bidang pembangunan perumahan, perkantoran dan hotel, industri pengolahan CPO, industri perikanan, termasuk pengolahan produk perikanan, industri padat karya, seperti sepatu dan pakaian jadi, serta ekonomi kreatif, terutama digital economy,” tutur dia.

Azhar menambahkan, untuk mendongkrak minat investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, BKPM akan tetap mendorong kelanjutan perbaikan berbagai ketentuan yang terkait investasi, terutama yang tidak ramah investasi di pusat dan daerah.

BKPM juga bakal meningkatkan efektivitas pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pusat dan daerah, serta melakukan promosi yang terfokus dan terarah, khusus ke potensial investor yang sektornya menjadi prioritas.

“Kami juga akan mengadakan kunjungan ke kantor pusat beberapa perusahaan multinasional yang sudah berinvestasi di Indonesia untuk membahas secara langsung rencana pengembangan usaha serta meningkatkan kegiatan fasilitasi pemecahan permasalahan yang dihadapi investor dalam merealisasikan investasinya,” ujar dia. (bersambung)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/macroeconomics/lebih-rendah-dari-target-bkpm/161773


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!