ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 30 Maret 2017
BS logo

Laba Bersih Maybank Tumbuh 71%
Oleh Thomas E Harefa | Jumat, 17 Februari 2017 | 22:52

Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria (kedua kanan), berbincang dengan Direktur Thila Nadason (kanan), Direktur Dhien Tjahajani (kiri) dan Direktur Eri Budiono (kedua kiri), saat paparan kinerja perusahaan full year 2016, di Jakarta, Kamis (16/2/2017). Maybank Indonesia membukukan laba bersih (PATAMI) dengan rekor tertinggi
yakni Rp1,95 triliun untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2016, naik 71,0% dari Rp1,14 triliun yang dicapai tahun sebelumnya, didukung oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang lebih baik disertai dengan pengelolaan biaya secara disiplin dan tingkat pencadangan yang lebih baik untuk NPL.Foto: Investor Daily/DAVID Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria (kedua kanan), berbincang dengan Direktur Thila Nadason (kanan), Direktur Dhien Tjahajani (kiri) dan Direktur Eri Budiono (kedua kiri), saat paparan kinerja perusahaan full year 2016, di Jakarta, Kamis (16/2/2017). Maybank Indonesia membukukan laba bersih (PATAMI) dengan rekor tertinggi yakni Rp1,95 triliun untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2016, naik 71,0% dari Rp1,14 triliun yang dicapai tahun sebelumnya, didukung oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang lebih baik disertai dengan pengelolaan biaya secara disiplin dan tingkat pencadangan yang lebih baik untuk NPL.Foto: Investor Daily/DAVID

JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp 1,95 triliun pada 2016 atau melonjak 71% dibandingkan laba tahun 2015 yang senilai Rp 1,14 triliun. Realisasi kinerja tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih, pengelolaan biaya secara disiplin, dan tingkat pencadangan yang lebih baik untuk rasio kredit bermasalah (NPL).

 

Presiden Direktur Bank Maybank Indonesia Taswin Zakaria memaparkan, pertumbuhan laba bersih tahun lalu didorong kenaikan rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) menjadi 4,6% dibanding dengan tahun lalu sebesar 4,45%. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 10,8% menjadi Rp 6,61 triliun pada akhir 2016 dibandingkan tahun 2015 senilai Rp 5,96 triliun.

 

Menurut dia, pertumbuhan NII yang kuat ditopang oleh kedisiplinan Bank Maybank Indonesia dalam melakukan pricing kredit dan pengelolaan dana secara efektif. “Faktor pendorong lainnya adalah kinerja aksi manajemen likuiditas yang ketat,” kata Taswin dalam paparan kinerja 2016, Jakarta, Kamis (16/2).

 

Manajemen likuiditas yang ketat telah membuat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh tipis sebesar 3% menjadi Rp 118,93 triliun pada 2016 dibandingkan tahun sebelumnya. Deposito mencapai Rp 72,88 triliun atau turun 1,1% dari tahun 2015, sedangkan tabungan berada pada posisi stagnan yaitu Rp 25,6 triliun. Tingkat NPL konsolidasi Bank Maybank sebesar 3,4% gross dan 2,3% net. Tahun ini Taswin menargetkan NPL dapat ditekan atau berada di bawah level sebelumnya.

 

Sepanjang tahun lalu, posisi likuiditas Bank Maybank menguat dengan loan to deposit ratio (LDR-bank saja) sebesar 88,9%, sementara loan to funding ratio (bank saja) 88,2%. Total simpanan nasabah tumbuh dari Rp 115,5 triliun pada akhir 2015 menjadi Rp 118,9 triliun pada 2016, dengan rasio current account saving account (CASA) mencapai 38,7%.

 

Taswin mengatakan, perseroan fokus pada transactional banking, solusi financial rantai pasok yang kuat, dan fasilitas mobile banking berbasis internet. “Kami akan fokus pada fasilitas kami yang juga memberikan kontribusi yang besar pada posisi likuiditas yang meningkat. Kami juga menerbitkan obligasi subordinasi sebesar Rp 800 miliar dan Sukuk Mudharabah sebesar Rp 700 miliar pada tahun lalu,” jelas Taswin. (c02)

 

Baca selanjutnya di  http://id.beritasatu.com/moneyandbanking/maybank-sengaja-tidak-tingkatkan-dpk/156700


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!