ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 24 Juni 2017
BS logo

TRUMP, ANTARA DAKWAAN PIDANA DAN PEMAKZULAN (3)

Pembelaan dari Dalam
Oleh Iwan Subarkah | Minggu, 18 Juni 2017 | 6:50

Saat masalah hukumnya makin kuat, para pembantu Trump secara terbuka bermain ofensif. Mereka mempertanyakan kredibilitas Mueller yang menjabat direktur FBI pada masa kepresidenan George W Bush. Para pembantu Trump bahkan sudah menggulirkan ide bahwa Mueller pun diberhentikan saja.

 

Pada Rabu, Marc Kasowitz yang merupakan penasihat hukum Trump mengatakan bahwa FBI telah membocorkan detail penyelidikan pidana. Tapi, ucapannya ini tidak disertai bukti-bukti.

 

“FBI membocorkan informasi terkait Presiden itu adalah keterlaluan, tidak dapat dimaafkan, dan ilegal,” ujar Kasowitz, lewat juru bicaranya Mark Corallo.

 

Pada Kamis tengah malam waktu setempat, Wakil Jaksa Agung AS Rod Rosenstein yang mengawasi penyeliPerangkat dikan Rusia, mengeluarkan pernyataan bahwa Departemen Kehakiman tidak mengonfirmasikan atau pun membantah dugaan-dugaan yang ada dalam laporan tersebut. Ia meminta masyarakat bersikap skeptis terhadap laporan seperti itu.

 

“Rakyat AS harus berhati-hati menerima kabar-kabar yang berasal dari para pejabat anonim sebagai sebuah kebenaran. Khususnya ketika mereka tidak menyebutkan negara yang mana sumber-sumber dugaan itu harusnya berasal maupun cabang atau badan pemerintahnya,” tutur Rosenstein.

 

Sementara itu, Trump kembali melancarkan serangan terhadap mantan rivalnya, Hillary Clinton, yang juga pernah mengeluhkan dugaan keterlibatan Rusia hingga menyebabkannya kalah dalam pilpres 2016. “Mengapa hubungan-hubungan antara keluarga Hillary Clinton dan Demokrat dengan Rusia tidak diselidiki, malah saya yang tidak ada urusannya?!” seru Trump via Twitter.

 

Ia menambahkan, Clinton menghancurkan sejumlah ponsel dengan palu, menghapus banyak surat elektronik, dan suaminya (Bill Clinton) bertemu jaksa agung beberapa sebelum dibebaskan dari tuntutan. “Lantas mereka bicara soal menghalangi penyelidikan (terhadap saya)?” Tanya Trump.

 

Trump akan menjadi presiden ketiga AS, atau keempat jika mengikutsertakan Andrew Jackson, yang diselidiki terkait upaya menghalangi penyelidikan hukum. (bersambung)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/international/kuhap-jadi-landasan-hukum/161716


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!