ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

EMITEN KAWASAN INDUSTRI INVESTASI RP 8,8 TRILIUN (2)

Pengembang KI Lebarkan Sayap ke Luar Jawa
Oleh Harso Kurniawan dan Rahajeng KH | Senin, 20 Maret 2017 | 15:19

 

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sany Iskandar menegaskan, target penjualan lahan industri tahun ini sama seperti 2015. Sebab, tahun lalu, penjualan lahan industri merosot 48% dari realisasi 2015.


“Tahun ini, penjualan bakal didukung kenaikan realisasi investasi. Tahun lalu, sebanyak 70 ha lahan industri dijual pada kuartal IV. Ini sangat menggembirakan dan kami berharap berlanjut pada kuartal I-2017,” kata Sany kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.


Saat ini, menurut dia, kebanyakan pengembang KI masih terfokus di kawasan Jabotabek dan Karawang. Namun, ada juga yang melebarkan sayap ke luar Jawa, terutama kawasan-kawasan yang digagas oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Beberapa KI yang telah beroperasi adalah Sei Mangke dan Morowali.


Anggota HKI, kata dia, juga ikut ambil andil dalam pengembangan beberapa kawasan, seperti di Dumai, Tanjung Buton, Berau, Tanah Kuning, dan Gandus.


Sany Iskandar menilai, yang masih menghambat pengembangan KI baru dari tahun ke tahun masih sama, yakni infrastruktur dan birokrasi. Program kemudahan investasi langsung konstruksi (klik) diharapkan mampu membantu pengembangan kawasan industri.


“Memang kami lihat pemerintah juga terus berupaya mengatasi hambatan ini. Program klik juga ditujukan untuk mempermudah investor membangun industrinya di kawasan,” kata dia.


Sejak diluncurkan Februari 2016, BKPM sudah mengimplementasikan program ini pada 82 proyek dengan nilai investasi Rp 121,7 triliun dan memanfaatkan lahan 1.117 ha yang tersebar di 11 kawasan  industri.


Sany mengatakan, HKI tengah menyiapkan pembangunan KI Gandus, Sumatera Selatan. Pengembangan kawasan ini diharapkan bisa secepat Sulawesi yang memiliki kawasan industri Morowali, Konawe, dan Bantaeng. Adapun KI Gandus akan dibangun di lahan seluas 300 ha.


“Pembangunan KI Gandus diharapkan bisa mengisi kebutuhan lahan industri, sehingga mendukung manufaktur yang berkembang di sana. Kami sedang mendekati pihak-pihak yang akan investasi di sana,” kata Sany.


KI Gandus akan difokuskan untuk industri ringan, seperti pergudangan dan pusat logistik berikat. KI ini juga bisa menampung industri yang mengolah produk PT OKI Pulp and Paper Mills, yakni bubur kayu, kertas, dan tisu. Adapun PT Krama Yudha akan masuk di bidang perawatan kendaraan dan mesin merek Mitsubishi serta Fuso di pasar Sumatera.


“Penyewa jangkarnya (anchor tenant) masih dalam tahap pembicaraan. Tapi, di sini fokusnya adalah industri berbasis sumber daya alam,” kata dia. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/tradeandservices/lippo-cikarang-alokasikan-capex-rp-250-miliar/157914


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!