ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Februari 2017
BS logo

IZIN EKSPOR FREEPORT KELUAR PEKAN DEPAN (3)

Penurunan Kegiatan Produksi Ancam Puluhan Ribu Karyawan
Oleh Rangga Prakoso | Kamis, 16 Februari 2017 | 13:45

Manajemen Freeport menyatakan, penurunan kegiatan produksi, termasuk kegiatan penambangan bawah tanah, akan berdampak luas. Sekitar 13 ribu karyawan yang bekerja secara langsung dan 32 ribu yang bekerja tidak langsung akan kehilangan pekerjaan.


Selain itu, pemerintah akan kehilangan dana segar US$ 1,1 miliar per tahun yang sebagian besar merupakan pembayaran pajak dan royalti. Freeport membayar pajak penghasilan (PPh) 35%, lebih tinggi 10% dibanding PPh badan yang menjadi kewajiban perusahaan lainnya di Indonesia.


Sejak 1991 atau KK II, pemerintah sudah menerima US$ 16 miliar, sedangkan pemegang saham yang menanggung banyak risiko hanya menerima US$ 10 miliar. Dalam 10 tahun terakhir, pemerintah menerima dari Freeport rata-rata US$ 1 miliar setahun. Karena penurunan kinerja, dalam lima tahun terakhir tak ada pembagian dividen.


Manajemen Freeport juga khawatir penurunan produksi akan memicu 15 ribu rakyat Papua yang hidup dari mendulang tailing untuk masuk ke area penambangan. Saat ini mereka sudah mencoba naik ke area penambangan. Tailing adalah limbah setelah bijih ore diolah.


Bagian yang penting adalah konsentrat, yang mengandung emas dan tembaga. Sedangkan tailing dibuang ke sungai. Masyarakat Papua mendulang emas dari tailing itu. (es/jn)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/operasional-tambang-masih-berjalan-normal/156623


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!