ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

IZIN EKSPOR FREEPORT KELUAR PEKAN DEPAN (7-habis)

Perlu Hati-hati Keluarkan Kebijakan tentang Freeport
Oleh Rangga Prakoso | Kamis, 16 Februari 2017 | 13:25

Anggota Komisi VII DPR Syaikhul Islam Ali mengatakan, pemerintah perlu berhati-hati mengeluarkan kebijakan tentang Freeport. “Perusahaan ini memang lebih sensitif, beda dengan lainnya,” ujar Syaikhul kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (15/2).

Karena sangat sensitif, menurut Syaikhul, rapat dengan komisi VII beberapa waktu lalu dilangsungkan tertutup. Hal-hal sensitif itu tak hanya mencakup iklim usaha, tapi juga pendapatan negara, isu lokal, dan isu disintegritas. “Kita tidak bisa anggap enteng isu-isu itu,” tandas dia.


Dia menyesalkan kondisi eksternal yang ikut memicu rumitnya masalah Freeport, seperti pemogokan karyawan di Smelting Gresik. Akibat aksi mogok itu, konsentrat Freeport yang jumlahnya 40% dari produksi total tidak bisa diserap.


“Kami berharap Freeport tidak buru-buru mengeluarkan putusan untuk mem-PHK karyawan. Sebaiknya perusahaan juga tidak perlu ancam-mengancam. Kita harus sama-sama saling menjaga. Pemerintah sebagai regulator dan perusahaan selaku pelaku bisnis,” tandas dia.


Menurut Syaikhul Islam, pemerintah dituntut memiliki kemampuan bernegosiasi dengan baik agar tidak ada yang dirugikan. “Tapi pemerintah tetap harus konsisten dengan aturan yang sudah dibuat, yakni PP dan permen,” papar dia.


Anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian mengatakan, adalah tugas menteri ESDM untuk menemukan solusi yang tepat bagi masalah Freeport. “Saya sudah lama mengusulkan agar pemerintah mengeluarkan perppu saja, karena UU Minerba memang tidak mengenal relaksasi. Tapi Pak Menteri Jonan kan inginnya buat PP baru,” ujar dia.

Ramson menambahkan, PP cenderung tidak lengkap, masih debatable, dan ada di area abu-abu. “PP itu referensinya UU. Maka solusi bagi Freeport tidak saja harus tepat, tapi juga cepat,” tutur dia. (es/jn)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!