ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 24 Juni 2017
BS logo

PEMERINTAH DIMINTA SELESAIKAN PIUTANG PERTAMINA RP 30 TRILIUN (2)

Pertamina Hadapi Banyak Tantangan
Oleh Euis Rita Hartati | Senin, 19 Juni 2017 | 16:43

Dalam pemaparannya, Elia Masa Manik mengungkapkan bahwa Pertamina memang menghadapi banyak tantangan. Dengan kapasitas produksi kilang minyak yang mencapai 1 juta barel per hari (bph) belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mencapai 1,6 juta bph, sehingga impor harus tetap dilakukan.


Karenanya, Pertamina berusaha meningkatkan keandalan dengan dua cara yakni program pembangunan kilang dan RDMP tidak mengalami kemunduran, kedua menjaga agar mesin-mesin, sparepart dan jadwal perbaikan kilang terkontrol dengan baik.


Tantangan berikutnya, jika pembangunan kilang Pertamina selesai dan memiliki kapasitas 1,6 juta bph pada 2024 dan 2 juta bph pada 2025. Jika kapasitas kilang ini tidak diikuti dengan produksi di hulu, maka Pertamina harus mendapatkan pasokan crude dalam jumlah besar.


Sementara itu, dari sisi harga minyak dunia juga menjadi tantangan tersendiri. “Di dunia oil and gas, yang bisa dikontrol hanya operating cost, tapi harga tidak bisa dikontrol,” katanya.


Arief Budiman mengungkapkan bahwa jika sampai akhir tahun harga minyak relatif stabil seperti saat ini, maka keuangan Pertamina masih aman. “Kita masih bisa survive sampai dengan harga minyak US$ 30 per barel, karena biaya produksi kita US$ 20 per barel. Tapi kalau harga minyak merosot hingga di bawah US$ 30 per barel, kita bisa bleeding,” katanya. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/pertamina-masih-jauh-tertinggal/161783


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!