ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 26 Juni 2017
BS logo

PEMERINTAH DIMINTA SELESAIKAN PIUTANG PERTAMINA RP 30 TRILIUN (3-habis)

Pertamina Masih Jauh Tertinggal
Oleh Euis Rita Hartati | Senin, 19 Juni 2017 | 16:34

Jika dibandingkan dengan perusahaan migas multinasional lainnya, Pertamina terlihat masih jauh tertinggal. Menurut Elia Masa Manik, meski di dalam negeri posisi Pertamina terbesar, namun dalam konteks global, Pertamina masih relatif kecil.


Dari sisi pendapatan, pada 2016 pendapatan Pertamina US$ 36 miliar, sementara Shell US$ 234 miliar, Exxon Mobil US$ 226 miliar, Petrochina US$ 175 miliar, Chevron US$ 113 miliar, Petronas US$ 64 , Pemex US$ 58 miliar dan PTT Thailand US$ 49 miliar.


Dari sisi aset, pada 2016 aset Pertamina mencapai US$ 47 miliar bahkan kalah dibanding PLN yang mencapai US$ 89 miliar, sementara Shell US$ 411 miliar, Exxon Mobil US$ 330 miliar, Petrochina US$ 361 miliar, Chevron US$ 260 miliar, Petronas US$ 138 miliar, PTT Thailand US$ 62 miliar, Pemex US$ 107 miliar.


Dari sisi produksi, pada 2016 produksi Pertamina mencapai 650 miliar barel oil equivalent per day (MBOEPD), sementara tertinggi diraih Petrohina sebesar 3.512 MBPOD, disusul Exxon Mobil sebesar 2.963 MBOEPD, lalu Shell sebesar 2.954 MBOEPD, Chevron 2.900 MBOEPD, Pemex 2.454 MBOEPD, Petronas 1.732 MBOEPD, dan PTT Thailand 346 MBOEPD.


Namun jika dilihat dari laba bersih, posisi Pertamina tidak terlalu buruk karena berhasi mengantongi US$ 3 miliar, sama seperti Petronas dan PTT Thailand. Sementara perusahaan besar lain seperti Exxon Mobil meraih US$ 8 miliar dan Shell meraih US$ 5 miliar. Petrochina tercatat tidak meraih laba bersih demikian juga dengan Chevron, bahkan Pemex harus menanggung rugi US$ 16 miliar. (*)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!