ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 30 Maret 2017
BS logo

WAJAH BARU SITUS BUDAYA DI YOGYAKARTA (3-habis)

Grand Mercure Adi Sucipto, Hotel Bintang Lima Rasa Yogyakarta
Oleh Laila Ramdhini | Senin, 6 Maret 2017 | 13:13

Hotel bintang lima biasanya identik dengan fasilitas mewah dan berstandar internasional. Saat berkunjung ke daerah dengan budaya yang kuat, rasanya sulit mendapatkan penginapan berbintang yang lekat dengan kearifan lokal.


Di Yogyakarta, wisatawan justeru bisa dengan mudah menemukannya. Grand Mercure Adi Sucipto, Yogyakarta merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati kenyamanan Yogyakarta. Hotel di bawah bendera Accors Hotels International ini menawarkan pengalaman budaya dan seni Jawa dalam pelayanan, desain, dan fasilitas hotelnya.


“Cerita yang terdapat di dalam hotel ini mengkombinasikan keindahan alami dan warisan budaya sehingga menambah pengalaman bagi tiap tamu yang menginap,” kata Manajer PR & Communication Accor Hotels Herna Lesmana kepada Investor Daily, belum lama ini.


Investor Daily mendapat kesempatan menginap di hotel yang letaknya tidak jauh dari Bandara Adisucipto ini pada akhir Januari 2017. Saat memasuki lobi hotel, kami disambut dengan keramah tamahan khas keraton Yogyakarta. Bagian belakang meja resepsionis merupakan pahatan yang menggambarkan berbagai situs budaya di Yogyakarta. Kursi-kursi berbahan kayu dan dilapisi bantalan empuk menghiasi ruang tunggu itu.


Salah satu keunikan yang dimiliki Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto adalah konsep hotel yang memiliki fasilitas dan desain hotel skala menengah ke atas tanpa meninggalkan budaya Yogyakarta. Herna mengatakan hotel ini diharapkan memenuhi kebutuhan para pebisnis atau wisatawan yang berkeinginan mencari pengalaman unik di kota ini.


Sektor pariwisata yang saat ini menjadi salah satu pilar ekonomi, membuat Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto semakin yakin memposisikan diri sebagai destinasi wisata baru di Yogyakarta. Hal ini didukung dengan desain interior yang sangat khas mencerminkan budaya Jawa sebagai warisan dunia, seperti hiasan candi Borobudur, batik, wayang, dan stupa yang tersebar di seluruh area hotel mulai dari pintu gerbang hingga di dalam kamar.


“Konsumen yang menjadi target Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto adalah para pebisnis, keluarga, maupun wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin bersantai dan mencari kenyamanan di tempat yang ramah dan penuh budaya,” kata Herna.


Grand Mercure Yogyakarta juga memahami tingkat hunian di Yogyakarta yang fluktuatif. Hal ini selalu menjadi bahan pertimbangan dalam menawarkan harga kamar yang selalu kompetitif di segmen yang sesuai. “Kami menawarkan pengalaman menginap yang ramah dan penuh sentuhan budaya Jawa Tengah pada harga yang terjangkau. Dalam rangka soft opening, hotel ini menawarkan harga khusus mulai dari Rp 798,000 net termasuk makan pagi,” kata Herna.


Herna juga mengatakan, konsep unik ini akan menjadi poin lebih bagi Grand Mercure di tengah persaingan hotel di Yogyakarta. Grand Mercure Yogyakarta  memberikan fasilitas tambahan seperti Bakiak khas Jawa yang tersedia di dalam kamar; Moon Pia (kombinasi unik bakpia dengan moon cake) yang disajikan sebagai menu untuk menyambut tamu di dalam kamar ataupun pada saat sarapan pagi di Purple Restaurant; Jamu minuman tradisional herbal yang disajikan pada saat sarapan pagi di Purple Restaurant; dan aktivitas membuat kerajinan wayang dan batik yang terdapat di area lobi.


Grand Mercure Adi Sucipto memiliki 305 kamar, yang terdiri dari 84 kamar superior, 140 kamar premium superior, 8 kamar premium superior balcony, 25 kamar premium deluxe, 17 kamar eksekutif, dan 7 kamar deluxe suite. Adapun fasilitas hotel yakni meeting room, kolam renang anak dan dewasa, fitness center, spa & massage, internet corner, laundry, Purple Restaurant, bar, dan open air theatre. (lrd)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.