ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 24 Juni 2017
BS logo

Jarak Aman Gulirkan Kampanye Mudik Sehat=Mudik Selamat
Senin, 19 Juni 2017 | 6:29

JAKARTA - Upaya menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan pada musim mudik dan arus balik Lebaran terus digulirkan. Para pemangku kepentingan keselamatan jalan bahu membahu. Sinergisitas tidak diberi ruang untuk mengendur. 

 

Gerakan publik juga tak henti. Mereka mengajak para pengguna jalan agar lebih antisipatif atas segala kemungkinan saat berlalu lintas jalan.

 

"Itulah kenapa kami membuat Aksi Simpatik dan Diskusi Mudik Sehat, Mudik Selamat. Kami ingin menyebarluaskan berkendara yang minim risiko," ujar Harso Acoy Kurniawan, ketua Independent Bikers Club (IBC) di sela Diskusi dan Aksi Simpatik Mudik Sehat=Mudik Selamat, di Jakarta, Sabtu (17/6).

 

Diskusi ini digelar oleh IBC dan Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman).  Edo Rusyanto, koordinator Jarak Aman menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari menyelamatkan bangsa dari risiko kematian. Sebab, jumlah korban meninggal kecelakaan jalan di Indonesia masih sangat tinggi, sekitar 70 orang per hari. 

 

Melalui diskusi ini, dia menyatakan, Jarak Aman dan IBC ingin mengajak para peserta sekaligus masyarakat luas untuk berkendara secara aman. Pesan ini harus disampaikan ke lingkungan terdekat, seperti keluarga.

 

"Jika tidak saling mengingatkan, akan sangat   berbahaya, karena kecelakaan bisa memangkas generasi ke depan," ujar Edo.

 

Dia mengakui, korban kecelakaan selama mudik Lebaran terus menurun. Ini berkat andil pemerintah dan juga elemen masyarakat yang kerap menggelar kampanye keselamatan jalan. 

 

"Jarak Aman dan IBC telah berkolaborasi sejak tahun lalu untuk menggelar aksi diskusi dan simpatik. Semangatnya adalah mengingatkan pengguna jalan tentang keselamatan berkendara," kata dia.

 

Penasihat Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menilai, 90% penyebab kecelakaan adalah faktor manusia. Itu sebabnya, dia mengimbau para bikers untuk selalu berhati-hati. 

 

Selain itu, dia menuturkan, bikers jangan sembarangan memodifikasi motor. Sebab, hal itu bakal mengurangi fungsi keselamatan motor.

 

"Prinsipnya, pabrikan motor selalu memberikan produk yang aman. Buktinya, setiap motor yang dijual telah mengantongi SRUT," ujar dia. 

 

Direktur Keselamatan Transportasi Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan Eddie mengimbau masyarakat jangan mudik menggunakan sepeda motor. Sebab, risikonya sangat tinggi. "Lebih baik motor diangkut truk," ujar dia. 

 

Yuli Kurniawan, kasubdit Dikmas Kamsel Korlantas Polri mengungkapkan, penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengemudi. Dalam menekan angka kecelakaan, Polri menerapkan tilang dan teguran. Hal ini diharapkan mampu membangun kesadaran pemudik. (ed) 


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!