ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

AS-Tiongkok Janji Kerja Sama Tangani Korut
Senin, 20 Maret 2017 | 14:04

Polisi paramiliter Tiongkok berjaga di depan pesawat Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson yang bersiap bertolak dari bandara Beijing, pada Minggu (19/3). Sebelumnya, Tillerson bertemu dengan Presiden Tiongkk Xi Jinping selang beberapa jam setelah uji coba mesin roket Korea Utara yang menambah tekanan baru kepada negara-negara besar untuk mengatasi ancaman Pyongyang. Investor Daily / AFP PHOTO / POOL / THOMAS PETER Polisi paramiliter Tiongkok berjaga di depan pesawat Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson yang bersiap bertolak dari bandara Beijing, pada Minggu (19/3). Sebelumnya, Tillerson bertemu dengan Presiden Tiongkk Xi Jinping selang beberapa jam setelah uji coba mesin roket Korea Utara yang menambah tekanan baru kepada negara-negara besar untuk mengatasi ancaman Pyongyang. Investor Daily / AFP PHOTO / POOL / THOMAS PETER

BEIJING – Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Menteri Luar Negeri(Menlu) Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson berjanji bekerja sama untuk memperkuat hubungan yang diwarnai ketegangan perseteruan soal Korea Utara (Korut) dan masalah perdagangan.

Pertemuan Xi dengan Tillerson di Beijing tersebut berselang beberapa jam setelah uji coba mesin roket provokatif, dan negosiasi hati-hati yang berlangsung dalam pertemuan Xi dengan Presiden AS Donald Trump mendatang.

Xi menyampaikan kepada Tillerson bahwa dia dan Trump telah melakukan percakapan melalui telepon pada bukan lalu, bertujuan membuat upaya bersama memajukan kerja sama Tiongkok-AS.

“Kami percaya bahwa kami dapat memastikan hubungan yang bergerak maju secara konstruktif di era baru. Saya yakin bahwa selama kami bisa melakukan ini maka hubungan pasti bergerak ke arah yang benar,” ujar Xi.

Sebelum melawat ke Beijing, Tillerson juga mengunjungi sekutu-sekutu AS lain, yakni Jepang dan Korea Selatan (Korsel) di mana dia akan menghentikan pendekatan kesabaran strategis yang gagal kepada Pyongyang, seraya menambahkan bahwa tindakan militer AS terhadap Korea Utara bisa dilakukan.

Hal tersebut ditandai dengan perubahan sikap mendadak dengan Tiongkok, yang mendukung diplomasi waspada atas retorika yang memanas.

Adapun hubungan yang menegang itu diakibatkan perlawanan sengit Tiongkok pada sistem pertahanan rudal AS yang diluncurkan di Korea Selatan, sekaligus tudingan Trump dalam akun Twitter, Jumat (17/3), bahwa Tiongkok belum berbuat banyak untuk mengendalikan Pyongyang.

Trump juga berulangkali menuding Tiongkok melakukan praktek perdagangan tak adil.

Akan tetapi, selama di Beijing Tillerson menunjukkan sikap yang baik.

“Kami tahu melalui dialog lebih lanjut maka kita akan mencapai pemahaman yang lebih besar yang menyebabkan penguatan hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta menetapkan hubungan kerja sama kita di masa depan,” kata dia kepada Xi.

Sebelumnya media Pemerintah Korea Utara melaporkan, pada Minggu jika rezim terisolasi ini telah melakukan uji coba mesin hingga mendapat pujian dari pemimpin Korut Kim Jong Un yang dipandang sebagai kelahiran baru industri roket. Namun, bagi para ahli itu adalah kedok untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua.

Usai berbicara kepada Menlu Tiongkok Wang Yi, pada Sabtu, Tillerson mengatakan ketegangan di Semenanjung Korea telah mencapai tingkat yang berbahaya.

Tillerson dan Wang pun berjanji bekerja sama untuk melucuti program nuklir rezim Kim. Akan tetapi tidak memberikan caranya secara rinci.

Wang juga mengecam Tillerson atas perkataan tegasnya baru-baru ini, yang menyebutkan “Kami harap semua pihak, termasuk teman-teman kiita dari Amerika Serikat dapat mengambil keputusan soal situasi ini dengan kepala dingin.

Tidak diketahui pasti apakah Xi dan Tillerson sedang membahas masalah Korea Utara.

Di sisi lain, kantor berita Korea Utara, KCNA melaporkan Kim mengawasi uji coba mesin roket dan menekankan bahwa seluruh dunia akan segera menyaksikan apa arti penting kemenangan besar yang mengusung kemenangan hari ini.

KCNA menyebutkan mesin baru tersebut dapat digunakan untuk meluncurkan satelit, tapi roket-roket lebih mudah dimodifikasiuntuk membawa hulu ledak.

Korea Utara sendiri sudah dilarang oleh masyarakat internasional untuk memenuhi ambisi program nuklir dan rudal, namun negara itu kerap menentang.

Bahkan pihaknya melancarkan dua uji coba nuklir terbaru tahun lalu dan baru-baru ini menembakkan rudal yang digambarkan sebagai latihan untuk melakukan serangan ke pangkalan militer AS di Jepang. Kim mengungkapkan, keberhasilan uji mesin itu menandai kelahiran baru industri roket Korea Utara. (afp/leo)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!