ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

KEJAR PEMBUNUH JONG NAM

Interpol Keluarkan Surat Penangkapan Buronan Korut
Jumat, 17 Maret 2017 | 15:40

KUALA LUMPUR – Interpol telah mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk empat warga negara Korea Utara (Korut) yang menjadi buronan penyelidik Malaysia sehubungan dengan peristiwa pembunuhan Kim Jong Nam. Demikian disampaikan Kepala Polisi Diraja Malaysia Khalid Abu Bakar, Kamis (16/3).

Kakak tiri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ini diracun menggunakan racun saraf VX mematikan, pada 13 Februari 2017 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Sementara itu, dua orang wanita – berkewarganegaraan Vietnam dan Indonesia – telah ditangkap dan didakwa atas pembunuhan itu. Hasil rekaman CCTV bandara memperlihatkan kedua wanita tersebut mendekati korban – Jong Nam – dan menyeka wajahnya dengan sehelai kain.

Para penyidik juga berusaha mencari tujuh tersangka warga negara Korea Utara lainnya, di mana empat di antaranya telah meninggalkan Malaysia di hari peristiwa pembunuhan. Khalid meyakini keempat orang itu telah melarikan diri ke Pyongyang, sedangkan tiga orang lainnya bersembunyi di Kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur.

“Kami sudah memberikan peringatan untuk empat warga negara Korea Utara yang berada di bandara pada saat terjadi peristiwa pembunuhan dan telah melarikan diri. Kami berharap dapat menangkap mereka melalui Interpol,” ujar Khalid kepada wartawan.

Peringatan ini akan memberitahu polisi negara-negara yang menjadi anggota Interpol untuk berbagi informasi tentang tersangka dengan maksud menangkap dan mengekstradisi mereka untuk diadili. Di sisi lain, Korea Utara bukanlah bagian dari jaringan Interpol.

Peringatan Interpol tersebut di-posting secara online dan memperlihatkan empat pria warga negara Korea Utara berusia antara 32 tahun hinga 56 tahun. Keempatnya adalah Hong Song Hak, Ri Ji Hyon, O Jong Gil dan Ri Jae Nam.

Pyongyang sendiri mengecam tindak penyelidikan Malaysia sebagai upaya untuk mencoreng rezim yang tertutup ini, sekaligus menegaskan bahwa korban pria berusia 45 tahun itu kemungknan besar meninggal karena serangan jantung.

Pemerintah Seoul juga menuding Pyongyang sebagai penyebab tewasnya Jong Nam. Namun Korea Utara membantah klaim itu dan tidak pernah mengkonfirmasi identitas korban – yang membawa paspor bertuliskan nama Kim Chol, ketika dia diserang. (afp/pya)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!