ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

PM Inggris Kecam Rencana Referendum Skotlandia
Sabtu, 18 Maret 2017 | 8:14

CARDIFF – Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengecam rencana obsesif Pemerintah Skotlandia yang mengajukan refendum kemerdekaan, pada Jumat (17/3), di saat May sedang berupaya menggalang kesetiaan dari pihak-pihaknya menjelang dimulainya Brexit.

 

Masa bulan madu politik May selama delapan bulan itu pun tibatiba berakhir pada pekan ini, ketika Skotlandia mengajukan tawaran memisahkan diri.

 

Akan tetapi dia menuai sambutan dari koferensi Partai Konservatif, pada saat menyampaikan rencananya untuk meninggalkan Uni Eropa masih berada dalam jalurnya, selama dua pekan. Dia juga berjanji memperjuangkan masa depan yang cerah bagi seluruh negeri.

 

Dalam pidato yang disampaikan di Cardiff, dia mempertahankan konsep persatuan yInggris, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales yang sangat berharga, sekaligus mengecam sikap memecah belah dan nasionalisme obsesif dari Partai Nasional Skotlandia (SNP) di Edinburgh.

 

Sebelumnya, Menteri Pertama Nicola Sturgeon mengumumkan rencana referendum kemerdekaan kedua di awal 2019, pada Senin (13/3), seraya memperingatkan Skotlandia untuk tidak meninggalkan Uni Eropa, terutama pasar tunggalnya.

 

“Sekarang sudah jelas mereka menggunakan Brexit sebagai dalih untuk merekayasa referendum kemerdekaan tunggal yang merupakan tujuan tunggal SNP sejak Juni lalu, pada saat warga Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa,” ujar May kepada aktivis.

 

Langkah Skotlandia telah menyebabkan perdana menteru memerangi dua front pada saat dia bersiap memicu proses Pasal 50 Perjanjian Lisbon UE – sebuah pasal yang merujuk pada perjanjian tata cara untuk meninggalkan Uni Eropa yang dimulai maksimal dalam dua tahun – pada akhir Maret.

 

Wakil Ketua SNP Angus Robertson juga sangat agresif pada saat berbicara di konferensi partainya di Aberdeen, Jumat. Dia menuding sikap arogansi May karena mencoba menghalangi kesepakatan demi mencapai kemerdekaan.

 

Sedangkan May mengungkapkan bahwa sekarang bukan waktunya untuk memilih – kurang dari tiga tahun setelah Skotlandia menolak referendum kemerdekaan 2014 – dengan alas an Inggris harus fokus pada Brexit.

 

Robertson membalas: “Jangan ada keraguan, Skotlandia akan melaksanakan referendum dan rakyat negeri ini akan memilih, tidak akan ada yang menolak keputusan mereka.” (afp/pya)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!