ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Februari 2017
BS logo

LENTERA YANG MENYALAKAN CITA-CITA ANAK BANGSA (3)

Figur Ayah Sangat Penting bagi Perkembangan Anak Laki-laki
Oleh Primus Dorimulu | Kamis, 16 Februari 2017 | 12:23

Kondisi riil anak didik perlu dipahami dengan baik oleh para guru. Posisi anak dalam keluarga, kata James, memengaruhi juga karakternya. Anak lelaki sulung umumnya tidak berkembang maksimal sesuai talentanya. Sekitar 95 persen anak lelaki sulung tidak berkembang maksimal. Hanya 5 persen yang berkembang maksimal dan menjadi sangat hebat. Anak laki-laki pertama umumnya dimanjakan kedua orangtuanya yang masih belajar menjadi orangtua.


“Para guru perlu memberikan perhatian lebih kepada anak lelaki sulung,” pinta James.


Mereka perlu dibantu untuk lebih percaya diri, mengoptimalkan talenta, dan didorong lebih dekat dengan ayahnya. Anak lelaki sulung tak mesti sulung dalam rumah, tetapi lelaki pertama dalam keluarga.


Survei juga menunjukkan, anak laki-laki yang tidak dekat dengan ayahnya tidak berkembang optimal. Figur ayah sangat penting dalam perkembangan psikologi dan wawasan anak laki-laki. Kedekatan dengan ayah membuat anak laki-laki tampil percaya diri. Ayah merupakan mentor yang baik bagi anak untuk memasuki pasar kerja.


“Kelas ini cukup mengejutkan karena hampir semua siswa adalah lelaki sulung di rumahnya,” ujar James.


Survei menunjukkan, anak sulung akan menjadi sangat hebat dan menonjol dalam kehidupan sosial jika dekat dengan ayahnya. Pemilik Lippo Group ini mengimbau para siswa untuk menghormati dan mencintai ayah dan Ibu. Sebagai manusia, mereka pasti memiliki kekurangan. Tetapi, menghormati mereka adalah kewajiban sebagaimana termaktub dalam perintah keeempat dari Sepuluh Perintah Allah.


Dalam percakapan dengan para guru, James mengingatkan prinsip dasar pendidikan dan pandangan yang tepat tentang anak. Pandangan yang salah tentang anak membuat pendidikan salah arah.


“Anak itu milik siapa? Di negara komunis, anak adalah milik negara. Di Indonesia, ada bermacam-macam pandangan. Ada yang mengatakan anak adalah milik orangtua. Ada yang mengatakan anak adalah milik masyarakat,” jelas James.


“Yang benar, anak adalah milik Tuhan,” tegas James. Pandangan ini membawa konsekuensi luas. Pertama, karena anak adalah milik Tuhan, orangtua dan guru sebagai pendidik wajib menghormati hak asasi anak didik.


Kedua, anak-anak wajib dididik sesuai kehendak Allah, yakni mengembangkan bakat mereka, membimbing mereka menjadi manusia beriman, berintegritas, kreatif, kritis, dan mandiri. Anak didik dibimbing dengan keteladanan agar kelak menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/sekolah-lentera-harapan-ambon-diminati-masyarakat/156613


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.