ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

Waspadai Faktor Pemicu Kanker Payudara
Jumat, 17 Maret 2017 | 18:10

JAKARTA - Bagi sebagian orang, alat kontrasepsi hormonal seperti KB suntik, pil, dan susuk, tak boleh digunakan. Sebab, alat kontrasepsi hormonal dapat mengganggu sistem keseimbangan hormon dalam tubuhnya.

Risikonya bermacam-macam. Ada yg tidak bisa tidur. Ada yang penyakit asmanya kambuh setiap hari, bahkan yang paling mengerikan adalah bisa memicu kanker. Kasus yang terakhir biasanya terjadi pada seseorang yang sudah memiliki tumor di tubuhnya. Begitu keseimbangan hormon terganggu karena masuknya hormon dari luar (hormon KB), sel tumor yang jinak berubah menjadi sel kanker yang ganas.

Selain hormon KB, pewarna rambut juga ditengarai dapat memicu kanker. Seperti dikutip dari healtmeup.com, peneliti Sanna Heikkinen dari Universitas Helsinki di Finlandia dan Finnish Cancer Registry, menilai penggunaan KB hormon dan pewarna rambut berkontribusi memicu kanker payudara.

“Namun, faktor risiko terbesar bagi kanker payudara adalah usia yang semakin menua dan gaya hidup tak sehat seperti meminum alkohol, merokok, hingga melahirkan pertama kali di usia tua dan memiliki banyak anak,” kata Heikkinen.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah mereka menganalisa data 8 ribu pasien kanker payudara dan 20 ribu orang sebagai kontrol di Finlandia. Hasilnya ditemukan bahwa mereka yang menggunakan KB hormon berisiko 32% lebih tinggi menderita kanker payudara ketimbang mereka yang tak menggunakannya.

Lebih dari 60% responden sudah melakukan pemeriksaan mammografi untuk mengetahui ada tidaknya sel kanker di payudara mereka saat usia mereka masih di bawah 50 tahun. “Perempuan seharusnya lebih intensif lagi mencari informasi soal mammografi,” kata Heikkinen.

Kanker payudara adalah kanker yang terjadi di jaringan payudara. Baik perempuan maupun laki-laki berisiko menderita kanker ini. Meskipun demikian, sangat jarang terjadi pada laki-laki. Namun dibandingkan dengan kanker leher rahim, kanker payudara adalah yang terbanyak diderita perempuan.

Sedihnya, kanker payudara saat ini adalah termasuk yang jarang bisa dideteksi lebih awal. Ini berbeda dengan kanker leher rahim yang bisa dicegah ketika virus di dalam leher rahim belum mengubah sel leher rahim menjadi sel kanker. Padahal apabila kanker payudara bisa dideteksi sejak dini, tentu dapat mengurangi angka kematian akibat penyakit ini. (nan)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!