ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 24 Juni 2017
BS logo

CT MINTA RAKYAT BERSATU (2-habis)

JK: Pilkada DKI Sudah Selesai
Oleh Primus Dorimulu | Senin, 19 Juni 2017 | 7:38

Pendiri dan Chairman CT-Corp Chairul Tanjung (kiri) saat ulang tahunnya yang ke-55 di kediaman Jl Teuku Umar, Jakarta, Minggu (18/6). Hadir pada acara sekaligus buka puasa bersama ini, Wapres M Jusuf Kalla, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Wapres Budiono, Menko PMK Puan Maharani, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, sejumlah menteri dan mantan menteri. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU Pendiri dan Chairman CT-Corp Chairul Tanjung (kiri) saat ulang tahunnya yang ke-55 di kediaman Jl Teuku Umar, Jakarta, Minggu (18/6). Hadir pada acara sekaligus buka puasa bersama ini, Wapres M Jusuf Kalla, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Wapres Budiono, Menko PMK Puan Maharani, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, sejumlah menteri dan mantan menteri. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla (JK) telah berulang kali mengimbau agar seluruh pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk tetap menjaga demokrasi. Dalam artian, bersatu karena pertarungan pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI sudah usai.

 

“Ini demokrasi, kalau semua bicara hidup demokrasi, selalu teriak NKRI, ya demokrasi berarti setelah selesai pilkada selesai sudah. Kita mendukung siapa yang menang. Kemudian, siapa yang menang membangun semua rakyat, tidak satu pihak,” pesan JK, Senin (15/5).

 

JK menegaskan jangan sampai tujuan berbangsa, yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur terbengkalai hanya karena perbedaan pendapat yang tidak kunjung usai pascapilkada DKI yang berakhir dengan terpilihnya pasangan Anies-Sandi.

 

Menurut JK, Pilgub DKI yang memanaskan situasi di Jakarta, sudah selesai. Oleh karena itu, sudah saatnya menghilangkan perbedaan dan bersatu membangun bangsa. Kemudian, yang menang harus menghargai yang kalah dan demikian sebaliknya yang kalah juga menghormati yang menang.

 

“Pilkada sudah selesai, artinya persoalan juga dianggap selesai sudah. Efek-efeknya itu kita saling memaafkan ndak usah lagi kita persoalkan. Kalau mau memperpanjang tidak akan pernah habis, karena bangsa ini besar kalau masih saling curiga, karena perkara pilkada ini kan asal usulnya dimulai di pilkada kan. Kemudian saling ucap mengucap yang menyebabkan salah pengertian menjalar kemana- mana. Ya pemimpin juga tentu kita harapkan lebih arif lah,” ujarnya. (b1)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!