ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

Ridwan Kamil Terima Aspirasi Siapapun yang Berniat Baik
Senin, 20 Maret 2017 | 13:35

BANDUNG- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan dirinya menerima dengan baik aspirasi siapapun yang berniat baik mendukung. Adabnya berterima kasih ketimbang menolak yang terkesan sombong.


"Toh keputusan pastinya masih jauh. Esok lusa ada tambahan dukungan ya ditunggu, tidak juga ya diterima saja takdirnya," kata dia, dalam laman Facebook miliknya Ridwan Kamil, Senin.


Ia mengatakan hal tersebut untuk menanggapi banyaknya komentar dari masyarakat yang menyayangkan dirinya didukung oleh Partai Nasdem untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil mengatakan, menjadi Cagub itu resminya jika sudah mendaftar ke KPUD. Dalam perjalanannya masih banyak belokan dan lika-liku.

"Bisa seperti tokoh-tokoh di Jakarta yang heboh-heboh di awal ternyata tidak jadi. Bisa seperti yang sudah dideklarasikan, eh bisa berubah di hari H-1 oleh nama baru," ujarnya.

Banyak yang menanyakan Emil kenapa tidak menggunakan partai-partai yang dahulu mengusungnya? Kenapa dengan partai Nasdem ?, Emil mengatakan sudah menjalin komunikasi dengan partai-partai yang dahulu mengusungnya, namun belum ada jawaban.

"Belum pasti juga mau dan masing-masing punya jadwal dan prosedur sendiri yang harus dihormati. Boro geer (gede rasa) pasti didukung, "ai pek teh" teu jadi (ternyata tidak jadi)," ujarnya.

Menurut dia setiap pilihan situasi politik selalu ada yang suka juga tidak suka. Saya sudah melaluinya di tahun 2013.

"Setengah pertemanan saya balik kanan, karena saya maju Pilwalkot didukung partai. Sedih? iya," kata dia.

Tapi saat itu dilalui saja prosesnya dengan ikhlas. Dan dibuktikan dengan bekerja dengan maksimal saat terpilih jadi wali kota. Sebagian pertemanan itu tidak balik lagi.

"Orang berpikir ini semata syahwat politik? kalau ikut syahwat mah, Bandung sudah ditinggalkan ikut nyagub di DKI kemarin. Tahun depan 2018 itu saya menggenapkan tugas sebagai walikota selama 5 tahun, selesai on time,” papar Emil.

Dia menambahkan pekerjaan di Bandung belum beres, namun masih ada dua tahun anggaran 2017 dan 2018 untuk dibelanjakan mengejar sisa mimpi.

Dia menegaskan tidak akan mencari nafkah dari politik dan kembali menjadi dosen atau arsitek merupakan kebahagian tersendiri, "Tidak terpilih lagi tidak masalah, saya mah bukan pengangguran, tidak punya niat cari nafkah dari politik. Kembali jadi dosen dan arsitek adalah kebahagiaan yang kembali pulang," kata Emil. (gor/ant)



Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!