ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

Suara Pemilih AHY akan Terdistribusi Seimbang
Jumat, 17 Februari 2017 | 7:07

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) bergandengan tangan dengan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (tengah) dan Djarot Saiful Hidayat (kedua kiri), Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan) dan Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot Prasetyo Edi (kiri) usai konferensi pers di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2). Megawati Soekarnoputri menanggapi hasil hitungan cepat Pilkada serentak 2017 serta memberikan apresiasi kepada warga Jakarta yang telah memilih pasangan Ahok-Djarot dan meminta pendukung untuk tetap solid bila pilkada dilanjutkan ke putaran kedua. BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) bergandengan tangan dengan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (tengah) dan Djarot Saiful Hidayat (kedua kiri), Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan) dan Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot Prasetyo Edi (kiri) usai konferensi pers di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2). Megawati Soekarnoputri menanggapi hasil hitungan cepat Pilkada serentak 2017 serta memberikan apresiasi kepada warga Jakarta yang telah memilih pasangan Ahok-Djarot dan meminta pendukung untuk tetap solid bila pilkada dilanjutkan ke putaran kedua. BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

JAKARTA - Peneliti dari Pusat studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Arif Susanto mengemukakan pergeseran dukungan Parpol anggota koalisi pengusung Paslon 1 yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni akan terdistribusi secara berimbang.

 

Terdapat kecenderungan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan bergabung dengan Paslon 2 (Ahok-Djarot) dan Partai Amanat Nasional (PAN) akan bergabung dengan Paslon 3 (Anis-Sandiaga). Sementara dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa jadi terpecah.

 

“Partai Demokrat (PD) masih akan menunggu hingga detik terakhir, atau berpeluang menyatakan netral,” kata Arif di Jakarta, Kamis (16/2).

 

Ia menjelaskan pergeseran dukungan pemilih, mengacu hasil putaran pertama, secara geografis, Paslon 2 unggul di wilayah Barat, Pusat, Utara, dan Kepulauan Seribu. Sementara Paslon 3 unggul di wilayah Selatan dan Timur. Ada pun sebaran suara untuk Paslon 1 relatif merata, dengan proporsi lebih banyak di wilayah Timur dan Kepulauan Seribu.

 

Secara umum, tidak ada Paslon yang unggul terlampau signifikan. “Peta dukungan di wilayah Barat, Utara, dan Selatan mungkin tidak akan banyak berubah. Persaingan ketat pada putaran kedua bisa terjadi di wilayah Pusat dan Timur, dengan distribusi suara relatif berimbang. Paslon yang memenangi kedua wilayah tersebut memiliki peluang lebih besar untuk memenangi Pilgub Jakarta 2017,” jelasnya.

 

Dia menambahkan tantangan bagi kedua Paslon adalah bagaimana memperluas basis dukungan tanpa kehilangan dukungan dari pemilih terdahulu. Situasi dapat diubah lewat pendekatan psikografis, dengan tekanan pada value and lifestyle. Ini berarti bahwa aspek emosional dapat disuntikkan sebagai suplemen bagi aspek rasional dalam kampanye penajaman visi dan misi calon.

 

“Interaksi parasosial, yang mengaitkan Paslon dan pemilih serta mendorong keterlibatan komunitas, dapat berperan penting memotivasi undecided voters untuk menentukan pilihan. Tidak kalah penting adalah keberhasilan konstruksi citra politik di kalangan pemilih muda dan progresif, yang dikombinasikan dengan pesan kebijakan yang masuk akal,” tutupnya.

 

Belum Alihkan Dukungan

Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengemukakan hingga Kamis (16/2) sore, partainya belum mengalihkan dukungan pascakekalahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni. PAN harus ketemu dengan tiga partai lain yaitu PKB, Demokrat, dan PPP untuk membahas dukungan putaran kedua di Pilgub DKI Jakarta.

 

“Belum ada. Yang ada, saya minta ketemu dengan temanteman koalisi,” kata Zulkifli di Jakarta, Kamis (16/2).

 

Ia juga mengaku belum ada tawaran dari pasangan yang lolos ke putaran kedua untuk diajak bergabung. PAN juga belum melakukan penjajakan koalisi baru.

 

Zulkifli yang juga Ketua MPR ini menegaskan pada waktunya PAN akan menentukan sikap akan mendukung siapa di putaran kedua. Pihaknya tidak mau terburu-buru karena putaran kedua masih dilakukan pertengahan April mendatang. (b1/sp)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!