ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

Asmawi Syam, Pendekar Bankir Sukses Pimpin BRI
Kamis, 16 Maret 2017 | 17:54

Asmawi Syam telah berkarier di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) selama 37 tahun dan sukses menempati jabatan puncak sebagai direktur utama tahun 2015-2017. Pria kelahiran Ujungpandang tahun 1955 ini memulai karier di BRI sejak tahun 1980 dan telah menduduki berbagai jabatan manajerial.


Dia juga dikenal sebagai orang yang memiliki keberanian hingga sempat dipercayai menangani beberapa debitor nakal di awal kariernya. Dalam suatu kesempatan wawancara tahun 2015, Asmawi mengisahkan pengalaman heroik kepada Investor Daily ketika diminta memimpin BRI di wilayah Bali-Nusa Tenggara. Wilayah tersebut pada 1999 dinilai sebagai ‘posisi panas’ karena dia langsung menangani cabang BRI di Timor Timur yang sedang dalam kondisi kritis terimbas jajak pendapat.


Pada 16 Agustus 1999, Asmawi pergi ke Timor Timur dari Makassar. Esoknya, upacara 17 Agustus di Dili berlangsung mencekam. Banyak kantor tutup dan mengungsi, dan dia mengisahkan hanya BRI yang bertahan. Bahkan, kantor BRI kena sasaran tembak.


Setelah mengenai Indonesia kalah dalam jajak pendapat di Timor Timur. Sejak saat itu, Asmawi harus menjadi komandan betulan di BRI Cabang Timor Timur dan memimpin 45 anak buahnya agar selamat mengungsi ke Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Demi Merah Putih, pihaknya bertahan paling akhir. Saat itu, salah satu staf BRI, berusaha menyelamatkan uang Rp 500 juta dengan dibungkus kain sarung dan diserahkan kepada Asmawi. Akhirnya dengan kawalan TNI, Asmawi dan seluruh staf selamat keluar dari Timor Timur.


Sebagai seorang karateka pemegang sabuk hitam, Asmawi memimpin BRI dengan mengajarkan filosopi Bushido, yaitu kode etik yang mengajarkan kesederhanaan, kesetiaan penguasaan bela diri dan kehormatan sampai mati kepada para karyawannya.


Di sela acara rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) BRI pada 20 Maret 2015, Asmawi Syam yang terpilih menjabat dirut mengungkapkan, di bawah kepemimpinannya BRI tetap fokus mendorong pertumbuhan pada bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mempertahankan kinerja BRI sebagai bank dengan aset dan laba terbesar di Tanah Air. Selain mendorong bisnis UMKM, menurut dia, BRI pun siap membantu program pemerintah dengan membiayai sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, pertanian, dan kemaritiman.


Sebagai Direktur utama, Asmawi juga meraih sejumlah penghargaan. Salah satu penghargaan tersebut diperoleh dari Kementerian BUMN sebagai Tokoh BUMN Kategori Sinergi, pada acara pembukaan Executive Leadership Program (ELP) bagi direksi BUMN, di Istana Negara, pada 25 Januari 2017. Menteri BUMN Rini M Soemarno menyerahkan langsung penghargaan tersebut dan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo.


Asmawi Syam mendapatkan penghargaan tersebut terkait kepemimpinannya dalam mensinergikan BRI dengan BUMN lain, dan membawa BRI berkinerja cemerlang. Sebagai Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang bertugas menjadi koordinator bagi bank BUMN, Asmawi Syam juga sukses memimpin BRI untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan Kementerian BUMN yang juga melibatkan BUMN lain untuk bersinergi.


Satelit dan Kinerja Keuangan

Salah satu kesuksesan Asmawi memimpin BRI adalah merealisasikan peluncuran satelit BRIsat senilai Rp 3,4 triliun yang menjadi tonggak baru dalam sejarah perbankan Indonesia dan dunia. Sebab, BRI menjadi satu-satunya bank di dunia yang memiliki satelit. Bank milik pemerintah itu pun telah menjadikan penguasaan teknologi sebagai strategi untuk menangkap berbagai peluang.


BRIsat diangkut oleh roket Ariane 5 milik Arianespace, Prancis, yang juga menggendong Echostar VIII, satelit milik sebuah perusahaan televisi Amerika Serikat menuju posisi orbit di slot 150,5 dari Kourou, Guyana, Prancis, pada Sabtu 18 Juni 2016 waktu setempat atau Minggu (19 Juni 2016) dini hari waktu Indonesia.


Presiden Joko Widodo pun memuji kesuksesan peluncuran satelit perbankan pertama Indonesia, BRIsat milik BRI tersebut. Dengan peluncuran satelit tersebut, BRI dinilai telah memperlengkapi diri untuk memenangkan persaingan global. "Presiden mengapresiasi langkah BRI," kata Juru Bicara Presiden bidang Komunikasi Johan Budi di Jakarta, pada 20 Juni 2016.


Sementara itu, menutup tahun buku 2016, BRI di bawah kepemimpinan pendekar bankir ini mencatatkan laba bersih perseroan (bank only) Rp 25,8 triliun, tumbuh 2,18% secara year on year (yoy) dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp 25,2 triliun. Tahun ini, BRI menargetkan laba bersih tumbuh 3-5% menjadi sekitar Rp 26,6 triliun-27,1 triliun. Pada 2016, BRI membukukan total pendapatan Rp 107,5 triliun. Pendapatan nonbunga (fee based income) tumbuh 25,27% (yoy) menjadi Rp 9,2 triliun, demikian pula pendapatan bunga bersih (net interest income) tumbuh 16,27% (yoy) menjadi Rp 65,7 triliun.


Penyaluran kredit BRI tahun lalu tercatat tumbuh 13,76% menjadi Rp 635,3 triliun, yang ditopang oleh kredit mikro yang tumbuh 18,2% (yoy) menjadi Rp 211,5 triliun. Kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) BRI secara keseluruhan tumbuh 14% (yoy) menjadi Rp 458,4 triliun tahun 2015. Sedangkan kredit korporasi tumbuh 11,97% (yoy) menjadi Rp 84,1 triliun, kredit ke badan usaha milik negara (BUMN) tumbuh 14,26% (yoy) menjadi Rp 92,8 triliun, dan kredit segmen konsumer naik 13,2% menjadi Rp 100,2 triliun.


Hingga akhir tahun lalu, total aset BRI pun menembus Rp 1.000 triliun atau mencapai Rp 1.003,6 triliun secara konsolidasi. Total aset tersebut meningkat 14,3% (yoy) dibanding 2015 sebesar Rp 878,4 triliun.


RUPS BRI pada 15 Maret 2017 akhirnya mengumumkan pengganti Asmawi Syam yang telah habis masa jabatannya. Pemegang saham menunjuk Suprajarto yang menjabat Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) untuk menggantikan Asmawi.


Pada hari-hari terakhir memimpin BRI, Asmawi Syam berpesan, penggantinya akan menghadapi tantangan lebih berat pada era pelayanan digital. Dia juga berharap pemimpin BRI selanjutnya harus membawa BRI untuk bersaing di industri keuangan yang sudah memasuki era baru, dengan maraknya penggunaan layanan teknologi atau layanan digital. (th)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!