ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 30 Maret 2017
BS logo

AGUS SITABA,

Membangun untuk Menyelamatkan Lingkungan
Oleh Edo Rusyanto | Senin, 6 Februari 2017 | 20:34

MEMBANGUN properti identik dengan membangun kehidupan. Para pengembang properti kini tak semata membangun hunian dan komersial, tapi juga menata kawasan, termasuk membangun kehidupan sosial masyarakat.


Gemuruh pembangunan hunian di berbagai belahan kota di Indonesia bagian dari tuntutan kebutuhan tempat tinggal. Jumlah penduduk yang terus meningkat, kini bahkan menyentuh tak kurang dari 250 juta jiwa membuat para pemangku kepentingan (stakeholder) perumahan, tergopoh-gopoh. Mereka mencoba mengimbangi kebutuhan dengan sekuat tenaga. Pemerintah bahkan sampai menggulirkan pembangunan satu juta rumah per tahun, walaupun dalam praktiknya cukup berat.


“Kini, membangun hunian atau properti itu tidak semata membangun fisik gedung, tapi juga mesti memperhatikan aspek lingkungan hidup,” tutur Agus Sitaba, direktur utama PT Adhi Persada Properti (APP), kepada Investor Daily, di Jakarta, baru-baru ini.


Dia bercerita, apa yang dibangun saat ini harus mampu menjamin kelestarian lingkungan hidup. Para pengembang properti juga dituntut ikut menjaga warisan bagi anak cucu agar mereka dapat hidup dengan nyaman. “Salah satunya adalah dengan mengusung konsep bangunan yang ramah lingkungan, kami menyebutnya saving environment,” tutur pria yang baru hitungan bulan memangku jabatan sebagai orang nomor satu di pengembang pelat merah tersebut.


Pria jebolan Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Surabaya (ITS) Surabaya itu menjelaskan, dalam membangun apartemen, APP tidak hanya mengacu kepada keutungan bisnis semata. Kepedulian terhadap lingkungan pun, menjadi perhatian. “Dengan konsep Saving Environment kami tidak hanya membangun, tapi juga turut menjaga sekaligus menyelamatkan lingkungan,” tutur pria kelahiran Surabaya itu.


Sejalan dengan konsep penyelamatan lingkungan, dia mencontohkan, dalam pembangunan Apartemen Taman Melati Dinoyo Malang, pihaknya menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Bahkan, ada beberapa bahan yang dapat didaur ulang. Penggunaan air pun menjadi perhatian. Air sisa (flush) toilet, akan diproses dan dapat dipergunakan untuk mencuci mobil, menyiram tanaman, dan lain-lain.


Lalu, ujar dia, pihaknya tidak memakai mesin pemanas air (water heater), karena boros energi. Sebagai solusi, memanfaatkan bagian luar dari mesin air conditioner (AC) yang menghasilkan energi panas.


Selain itu, tuturnya, APP juga memakai teknologi cetakan plastik sebagai pengganti kayu sehingga lebih hemat energi. Teknologi ini diyakini lebih ramah lingkungan mengingat tidak memanfaatkan kayu sebagai alat cetakan yang dalam penyediaan kayunya harus menebang hutan.


“Ini adalah bukti nyata, bahwa Adhi Persada Properti tidak hanya turut serta menyelamatkan lingkungan, tapi lebih dari itu, bahwa ini adalah sebuah bentuk nyata yang kami lakukan, dalam penyelamatan bumi demi generasi mendatang,” tutur Agus Sitaba.


Hal itu, tambahnya, sesuai dengan semangat PT Adhi Persada Properti yaitu Building tomorrow, today. “Kami ingin membangun masa depan, dengan sesuatu yang mampu menyelamatkan masa depan, dan itu kami lakukan mulai sekarang,” papar dia.


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!