ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

Perhatikan BSDE, CPIN, ICBP, ISSP, dan UNVR
Kamis, 19 Januari 2017 | 7:08

Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Alvino Kianjaya (kedua kanan) berbincang dengan jajaran direksi dan komisaris PT Bumi Sepong Damai Tbk masing-masing Komite Audit Rusli Prakarsa, Komisaris Independen BSDE Teddy Pawitra, Presiden Direktur BSDE Franciscus Xaverius Ridwan Darmali, Direktur BSDE Hermawan Wijaya usai membuka bursa perdagangan IDX di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/6). Pembukaan ini untuk merayakan ulang tahun ke-8 BSDE di pasar modal. Beritasatu-Photo/UTHAN A RACHIM Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Alvino Kianjaya (kedua kanan) berbincang dengan jajaran direksi dan komisaris PT Bumi Sepong Damai Tbk masing-masing Komite Audit Rusli Prakarsa, Komisaris Independen BSDE Teddy Pawitra, Presiden Direktur BSDE Franciscus Xaverius Ridwan Darmali, Direktur BSDE Hermawan Wijaya usai membuka bursa perdagangan IDX di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/6). Pembukaan ini untuk merayakan ulang tahun ke-8 BSDE di pasar modal. Beritasatu-Photo/UTHAN A RACHIM

Erdhika Elit Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini bergerak di kisaran 5.270-5.330 melanjutkan kenaikannya. Saham yang menarik untuk diperhatikan adalah BSDE, CPIN, ICBP, ISSP, dan UNVR.

 

IHSG ditutup menguat pada penutupan perdagangan kemarin, membentuk candlestick bullish breakaway yang merupakan indikasi bullish reversal.

 

Stokastik nampak melakukan golden cross dan mulai bergerak naik. Indeks telah kembali ke atas lower fractal di 5.292, mengkonfirmasi pergerakan index yang sudah kembali ke bullish trend.

 

Sedang Reliance Securities menyebutkan IHSG memiliki peluang untuk rebound, namun masih akan terbatas pada resistance 5.375-5.400. Apabila melanjutkan pelemahan maka support terdekat dapat ditemui pada 5.165-5.100.

 

Ada beberapa emiten yang masih patut untuk dicermati, beserta level support-resistance nya masing-masing antara lain: ANTM (890- 965), ASII (7760-8400), DMAS (220-240), dan PWON (580-625).

 

Sejumlah pengamat mulai meragukan rencana kebijakan Donald Trump yang dianggap hanya akan berdampak positif terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, namun akan berdampak cenderung negatif dalam jangka panjang karena berpotensi melebarkan defisit anggaran, serta meningkatnya kecemburuan sosial dan ketegangan rasial.

 

Dari dalam negeri, Pemerintah melalui Kemenkeu akan melakukan lelang SUN pada hari Selasa dengan target Rp 15-22,5 triliun, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar serta aliran modal masuk (capital inflow).


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!