ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 26 Juni 2017
BS logo

Menpora Minta PB PBSI Perbaiki Kualitas Atlet
Rabu, 7 Juni 2017 | 18:15

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menaruh perhatian khusus terhadap hasil prestasi yang diraih Pengurus Besar Pesatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) dalam beberapa kejuaraan akhir ini, salah satunya yang paling dekat adalah kegagalan tim bulutangkis Indonesia harus terhenti dalam babak penyisihan Sudirman Cup 2017.


Karena itu, agar bisa bangkit kembali, Menpora, menerima jajaran pengurus PB PBSI yang diwakili Sekretaris Jenderal PB PBSI Achmad Budiharto dan Bidang Binpres PB PBSI, Susy Susanti di ruangan kerjanya lantai 10, Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Senin (5/6) siang.


Dalam pertemuan tersebut, Menpora ingin mendengarkan langsung mengenai kegagalan tim bulutangkis Indonesia di Sudirman Cup lalu.


“Tidak bisa dipungkri bahwa bulutangkis menjadi salah satu lumbung besar prestasi olahraga Indonesia. Tradisi kemenangan demi kemenangan sangat dinantikan, diimpikan, dan diharapkan seluruh publik pecinta bulutangkis di Tanah Air. Kekalahan tim kebanggaan Indonesia di Sudirman Cup yang lalu menjadi perhatian serius untuk secepatnya semua pihak khususnya PBSI berbenah diri,” kata Menpora


Menpora ingin mendengar langsung dari PB PBSI apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama kegagalan Sudirman Cup, apalagi kekalahan dari India. “Para pencinta badminton perlu mendapat penjelasan kenapa itu bisa terjadi,” jelas Menpora saat membuka rapat.


Selain hal tersebut, Menpora meminta semua pihak untuk serta-merta bahu-membahu memperbaiki kondisi yang ada untuk prestasi ke depan yang menjanjikan. PB PBSI harus mempunyai roadmap yang matang menuju Asian Games XVIII 2018 Jakarta-Palembang, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengambil peran dukungan optimal, demikian pula dengan KONI terus dapat mengawal.


“PBSI harus mempunyai roadmap menuju Asian Games, juga strategi dimatangkan kembali, fisik atlet ditingkatkan terus, dan bagaimana menghadirkan motivator yang menunjang atlet dalam menghadapi tekanan psikologis pertandingan yang luar biasa,” tambah Menpora.


Sekjen PB PBSI Achmad Budiharto mengakui hasil Sudirman Cup di bawah harapan. Apalagi kekalahan dari India pasti membuat kecewa para pecintanya. Ada beberapa faktor penyebab diantaranya persiapan yang tidak bisa optimal karena mepetnya jadwal para atlet dalam mengikuti even-even yang diperlukan untuk perbaikan peringkat dunia.


Perlu diakui juga bahwa realitas saat ini kekuatan tim bulutangkis Indonesia masih tertumpu pada ganda putra dan ganda campuran, ditambah cederanya atlet senior, sementara untuk tunggal putra-putri dan ganda putri masih dbawah 20 besar dunia.


“Atas nama PBSI menyampaikan permohonan maaf bahwa hasil Sudirman Cup sangat jauh dari harapan, rapat hari ini menjadi evaluasi dan upaya bersama untuk instropeksi dan mempersiapkan lebih baik untuk even-even besar selanjutnya, Kejuaraan Dunia, SEA Games, dan Asian Games,” kata dia dalam rapat yang juga disampaikan pada jumpa pers di Media Center Kemenpora.


Hadir dalam rapat evaluasi tersebut, Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto, Plt. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Washington, Staf Khusus Menpora Bidang Olahraga Taufik Hidayat, Asdep Olahraga Prestasi Chandra Bhakti, Jubir Kemenpora Anindya Kusuma Putri, Wakil Ketua I KONI Suwarno, Kasatlak Prima Achmad Soetjipto. (b1)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.