ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Februari 2017
BS logo

Mengutuk Keras Pembunuhan Orangutan
Jumat, 17 Februari 2017 | 7:08

Sejumlah aktivis dari Center for Orangutan Protection (COP) membawa poster penyelamatan orangutan ketika menggelar aksi unjuk rasa di bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.  Foto ilustrasi: dok. Investor Daily Sejumlah aktivis dari Center for Orangutan Protection (COP) membawa poster penyelamatan orangutan ketika menggelar aksi unjuk rasa di bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Yayasan BOS sangat mengecam dan menyayangkan terjadinya peristiwa pembunuhan orangutan pada tanggal 28 Januari 2017 lalu oleh 10 pekerja perkebunan kelapa sawit di PT Susantri Permai di Kapuas, Kalimantan Tengah.

 

Upaya penyelamatan orangutan yang dilakukan oleh Yayasan BOS dan organisasi penyelamatan orangutan lainnya tidak akan ada artinya jika seluruh pemangku kepentingan tidak tunduk terhadap hukum yang berlaku. Dalam hal ini UU No 5/1990 yang dengan jelas dan tegas melindungi semua spesies orangutan dan memberikan pelanggarnya ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 100.000.000.

 

Kami salut dan sangat menghargai respons cepat Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta jajarannya, juga tim dari Kepolisian Resort Kapuas yang dengan sigap menanggapi laporan dan segera mengamankan 10 orang pelaku.

 

Namun, penting bagi semua pihak untuk menyadari bahwa kasus seperti ini seringkali berakhir tanpa ketuntasan yang jelas dan beritanya tenggelam dalam hiruk pikuk berbagai situasi negara ini. Maka, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan para pemerhati, untuk terus memantau dan mengawal proses hokum terhadap pelaku, sampai tuntas.

 

Penegakan hukum yang tegas perlu dijalankan dengan memberi hukuman yang setimpal bagi pelaku yang memberi efek jera agar kejadian seperti ini tidak terus terulang. Kita harus hentikan tindakan-tindakan yang keji dan tidak sepantasnya dilakukan seperti ini.

 

Tidak hanya dilindungi Undang-undang, orangutan juga jelas-jelas bukan satwa yang layak untuk dikonsumsi. Sehingga kami memandang tindakan pembunuhan orangutan dan kemudian mengonsumsinya ini amat sangat keji dan menunjukkan betapa kita tidak menghargai lingkungan dan seisinya.

 

Kenyataan bahwa perusahaan tempat kesepuluh pelaku bekerja merupakan anak perusahaan dari grup kelapa sawit asing yang tergabung dalam RSPO, membuat kami mengimbau perlu adanya tindakan tegas dari RSPO dan penyuluhan intensif kepada pekerja dan masyarakat sekitar kebun kelapa sawit bahwa orangutan itu satwa yang dilindungi dan ada hukuman bagi siapa saja yang menyebabkan kematian orangutan.

 

Tentu kita tidak mau kejadian pembantaian orangutan seperti ini dan kasus tahun 2011 lalu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terjadi berulang kali. Yayasan BOS menganggap kasus seperti ini ibarat puncak gunung es dari seluruh tindakan pelanggaran hukum terkait pembunuhan satwa liar yang dilindungi. Banyak kasus serupa yang terjadi, namun ditutup rapat dan tidak pernah dilaporkan, sehingga kalaupun pada akhirnya terbongkar, bukti-buktinya hanya tinggal tulang belulang dan sulit melacak siapa pelakunya.

 

Oleh karena itu, kami pun sangat menghargai pihak-pihak yang dengan kesadaran hukum yang tinggi telah melaporkan peristiwa ini kepada aparat yang berwenang, meskipun mungkin pelapor menghadapi beragam risiko. Indonesia memerlukan lebih banyak pihak pemberani seperti ini, agar “gunung es” yang tidak terlihat itu akhirnya bisa terungkap secara tuntas.

 

Perlu disadari bahwa penyelamatan habitat juga merupakan bagian penting dari usaha penyelamatan spesies yang terancam punah ini. Butuh komitmen dari semua pihak untuk bertindak nyata. Perusahaan perlu berkomitmen untuk memberikan pelatihan penanganan konflik antara manusia dan orangutan bagi karyawannya. Kita juga harus bahu membahu bekerja sama untuk memastikan hal ini.

 

Jamartin Sihite

CEO Yayasan BOS


Google+


Beri Tanggapan Atas Surat Ini

Silakan kirim surat Anda melalui form di bawah ini. Mengingat banyaknya surat yang masuk, redaksi mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Andapun bisa menyisipkan foto. Semua field harus diisi!


Nama

:

Nama Institusi/Perusahaan/Lembaga

:

Telp Perusahaan (untuk verifikasi)

:

Alamat

:

Kota

:

No. Telp / HP

:

Alamat Email (Untuk Verifikasi)

:

Scan KTP/ Kartu Identitas Lain

:

resolusi maximum 400x265 pixel dan ukuran file 50Kb, hanya JPG atau JPEG.

Judul Pengaduan

: Re: Mengutuk Keras Pembunuhan Orangutan

Masukkan kode diatas tepat seperti apa yang terlihat. Case Sensitive!