ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

Java Jazz dan Pariwisata
Sabtu, 4 Maret 2017 | 14:40

Direktur BNI Anggoro Eko Cahyo (tengah) berfoto bersama dengan Direktur Java Festival Production Dewi Gontha (kiri), Pendiri Java Jazz, Peter F Gontha (kedua dari kanan), VP Marketing Garuda Indonesia Selfie Dewiyanti (kedua dari kiri), Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta Jeje Nurjaman (kanan) saat pemberian lukisan Sergio Mendez, Jakarta, Rabu (1/3/2017). BNI Java Jazz Festival 2017 akan diselenggarakan pada 3,4,5 Maret di JIEXPO Kemayoran dengan mengundang musisi Jazz Internasional dan dalam negeri. Investor Daily / Emral Direktur BNI Anggoro Eko Cahyo (tengah) berfoto bersama dengan Direktur Java Festival Production Dewi Gontha (kiri), Pendiri Java Jazz, Peter F Gontha (kedua dari kanan), VP Marketing Garuda Indonesia Selfie Dewiyanti (kedua dari kiri), Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta Jeje Nurjaman (kanan) saat pemberian lukisan Sergio Mendez, Jakarta, Rabu (1/3/2017). BNI Java Jazz Festival 2017 akan diselenggarakan pada 3,4,5 Maret di JIEXPO Kemayoran dengan mengundang musisi Jazz Internasional dan dalam negeri. Investor Daily / Emral

Untuk ke-13 kalinya, perhelatan musik jazz prestisius “Jakarta International Java Jazz Festival” digelar. Berlangsung 3-5 Maret di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Java Jazz kali ini menghadirkan 1.000 musisi kondang mancanegara maupun nasional, dengan target 120 ribu pengunjung.

 

Musisi jazz papan atas siap mengobati kerinduan para pengagumnya, mulai dari Chick Corea yang baru saja menyabet Grammy dan Latin Grammy Awards, Sergio Mendes, Incognito, dan Elliot Yamin. Dari negeri sendiri, hadir sejumlah penyanyi yang menggeluti jalur musik jazzy, seperti Yura Yunita, Tulus, Andien, dan Afghan. Ada pula penampilan spesial Tribute to Whitney Houston oleh Dira Sugandi dan Lea Simanjuntak.

 

Dari tahun ke tahun, Festival Java Jazz selalu sukses mendulang penonton. Bukan hanya penonton lokal, tapi juga mancanegara, baik dari kawasan Asean dan Asia Timur, serta turis asal Eropa dan Amerika Serikat. Acara ini telah lama menjadi ikon dan barometer ajang entertainment bertaraf internasional. Java Jazz mampu melambungkan nama Indonesia di jagat musik dunia.

 

Salah satu dampak positif dari Java Jazz adalah pengaruhnya terhadap dunia pariwisata. Gelaran ini terbukti mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara. Tingkat hunian hotel di Jakarta meningkat. Sebagian turis asing itu tentu juga melanjutkan ke destinasi wisata lain. Kehadiran turis asing juga tak lepas dari gencarnya promo yang dilakukan oleh penyelenggara dengan memasang advertensi di 30 media asing.

 

Java Jazz bukan sekadar pergelaran musik, tapi juga salah satu portofolio produk pariwisata. Indonesia memang harus memperbanyak jenis-jenis produk pariwisata, bukan sekadar mengandalkan budaya dan keindahan alam. Saat ini, 35% jualan pariwisata Indonesia adalah wisata alam dan 60% wisata budaya. Itu memang keunggulan negeri kita, namun perlu diperluas dengan event-event lain. Tour de Flores adalah salah satu yang cukup sukses, sebuah acara balap sepeda internasional tahunan yang dipadukan dengan kegiatan wisata di Flores, Nusa Tenggara Timur.

 

Memperbanyak portofolio produk pariwisata adalah strategi yang harus terus digencarkan. Para pelaku industri pariwisata dan pemerintah harus kreatif menciptakan event yang mampu mendorong pariwisata. Indonesia tengah mengincar devisa senilai US$ 24 miliar pada tahun 2019. Saat itu, sektor pariwisata diharapkan mampu berkontribusi sebesar 15% terhadap produk domestic bruto (PDB) dan menyerap 13 juta tenaga kerja. Tahun lalu, devisa dari sektor pariwisata baru mencapai US$ 12 miliar, menyumbang 9% PDB, dan menciptakan 11 juta lapangan kerja.

 

Banyak hal yang mesti disiapkan untuk meraih target yang cukup ambisius itu. Di antaranya adalah menaikkan indeks daya saing pariwisata kita yang berdasar World Economic Forum masih berada di posisi ke-70. Indonesia hanya unggul dari sisi harga yang berada di peringkat ke-3 serta dari aspek kekayaan alam dan budaya yang menempati ranking 17. Namun banyak aspek kepariwisataan kita yang masih memiliki titik lemah sehingga mesti dibenahi secara serius.

 

Beberapa aspek yang lemah sehingga peringkatnya berada di posisi bawah adalah di sektor infrastruktur pendukung pariwisata (peringkat 101), aspek kesehatan dan higienis (106), keamanan (83), dukungan teknologi berikut infrastruktur penunjangnya (85), serta aspek menjaga kelestarian lingkungan yang berada di urutan ke-134 dalam indeks daya saing pariwisata global.

 

Upaya lain adalah memperbanyak bebas visa kunjungan. Pemerintah memang sudah menambah puluhan bebas visa kunjungan bagi sejumlah negara, tapi perlu ditambah lagi. Sebab, negara lain selaku kompetitor melakukan hal yang sama, membebaskan visa hampir kepada seluruh negara.

 

Saat ini pemerintah telah menetapkan 10 destinasi pariwisata prioritas. Ini merupakan program yang mesti dijaga konsistensi dan sustainabilitasnya. Termasuk salah satu destinasi unggulan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, yang digadang-gadang sebagai ikon baru wisata Indonesia dan berpotensi menjadi “New Bali”.

 

Industri pariwisata memang masih perlu banyak berbenah. Perbaikan perlu dilakukan untuk sumber daya manusia (SDM) pariwisata, bagaimana pemberdayaan masyarakat di lokasi wisata, perlunya membangun kemitraan, menjaga kelestarian lingkungan, penataan pedagang, hingga paket promosi yang kreatif dan efektif. Diharapkan itu semua mampu menaikkan daya saing pariwisata kita.

 

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menggairahkan pariwisata. Sinergi antara event-event penting, termasuk Java Jazz, dengan paket-paket wisata lain diyakini mampu mendongkrak sektor pariwisata. Negeri ini memiliki sejuta pesona yang mampu menggerakkan industry pariwisata secara besar-besaran, asal digarap secara serius dengan program yang didesain dan dikoordinasikan secara professional. (*)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!