ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Maret 2017
BS logo

Momentum Reformasi OJK
Kamis, 9 Februari 2017 | 11:47

Nama-nama terkenal dari berbagai kalangan telah lolos seleksi administrasi calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Inilah saatnya semua pihak ikut mencermati, memberi masukan kritis dan objektif kepada Pansel agar figur terbaiklah yang terpilih. Pemilihan Dewan Komisioner yang baru hendaknya dijadikan momentum untuk mereformasi OJK dan industri jasa keuangan RI secara keseluruhan. Sasarannya harus jelas dan terukur, yakni memajukan industri jasa keuangan Indonesia setaraf Singapura dalam jangka pendek dan menjadi nomor 1 di Asean dalam lima tahun.


Dari sekitar 834 pelamar, sebanyak 107 lulus seleksi tahap pertama Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, yang diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Terlihat nama-nam incumbent berhasil lolos, seperti Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Muliaman Hadad Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank II Dumoly Freddy Pardede, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Firdaus Djaelani, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Irwan Lubis, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Nelson Tampubolon, dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida.


Selain dari internal OJK, seleksi administrasi calon bos OJK periode 2017-2022 tersebut juga memunculkan nama-nama populer dari petinggi Bank Indonesia (BI), pemerintah, DPR, lembaga negara lainnya, self regulatory organizations seperti Bursa Efek Indonesia, pelaku industri, hingga pengamat ekonomi dan keuangan. Ada Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat, mantan Deputi Gubernur BI Hendar, Ketua Indonesia Money Broker Association (Inamba) yang juga Ketua Komisi XI DPR Melchias M Mekeng, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan, mantan Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono, dan Ketua Ikatan Bankir Indonesia serta mantan dirut PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Zulkifli Zaini.


Seleksi tersebut bertujuan untuk mengisi 7 jabatan dari anggota DK OJK saat ini yang masa tugasnya akan berakhir pada 23 Juli 2017. Pansel bertugas memilih dan menetapkan calon anggota Dewan Komisioner untuk disampaikan kepada presiden melalui seleksi yang transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi publik. Ada empat tahapan seleksi, yakni seleksi administrasi, makalah, wawancara, dan tes kesehatan.


Panitia selanjutnya memilih 21 calon anggota DK atau masing-masing tiga kandidat untuk setiap posisi anggota DK OJK guna disampaikan kepada presiden. Presiden akan memilih 14 calon atau dua kandidat untuk setiap posisi, yang kemudian disampaikan kepada DPR guna uji kepatutan dan kelayakan pada 29 Maret-6 Juni 2017.


Figur-figur anggota DK OJK lima tahun ke depan haruslah orang-orang yang sungguh-sungguh kredibel, berintegritas, dan memiliki prestasi maupun kepedulian dalam memperjuangkan kemajuan industri jasa keuangan di Tanah Air. Industri vital pendorong roda ekonomi nasional ini memiliki aset sangat besar, sekitar Rp 11.813 triliun atau mendekati produk domestik bruto (PDB) RI tahun lalu Rp 12.407 triliun. Aset terbesar masih disumbang perbankan Rp 6.582 triliun, berikutnya pasar modal Rp 3.552 triliun, dan yang lainnya dikontribusi industri keuangan non bank (IKNB).


Oleh karena itu, anggota DK baru harus mampu memperjuangkan daya saing dan efisiensi industri jasa keuangan Indonesia, agar bisa bersaing dengan kompetitor dari negara-negara lain seperti Singapura dan Hong Kong yang lebih maju. Hal ini antara lain harus dilakukan dengan mengurangi beban industri jasa keuangan, seperti menghilangkan iuran ganda yang saat ini dipungut OJK, karena dipungut atas aset perusahaan induk maupun atas aset anak-anak perusahaan. DK OJK ke depan harus mampu merevisi aturan ini, setidaknya, cukup dengan memungut iuran atas aset perusahaan induk. Apalagi, secara nature bisnis, pelaku jasa keuangan ini kebanyakan konglomerasi.


Lebih baik lagi, jika iuran yang dipungut OJK itu didasarkan pada laba perusahaan, sehingga lebih fair. Selain itu, pihak OJK pun otomatis akan sangat berkepentingan untuk senantiasa mendorong perusahaan-perusahaan jasa keuangan meningkatkan labanya.


Di pasar modal, DK OJK juga harus memperjuangkan lebih banyak perusahaan masuk bursa dalam negeri, dengan meringankan biaya maupun mempermudah proses perizinan IPO. Selain itu, bekerja sama dengan pemerintah maupun DPR, DK OJK harus mendorong lebih banyak BUMN dan anak usahanya masuk bursa. Dengan demikian, selain memperkuat bursa, perusahaan negara itu bisa lebih transparan dengan pengawasan publik dan dikelola lebih baik, tanpa membebani anggaran negara untuk suntikan modal yang dibutuhkan.


DK OJK juga harus mampu meningkatkan jumlah dan kualitas investor dalam negeri yang potensinya masih sangat besar, misalnya dengan melakukan gerakan nasional tabungan saham. Selain memperbesar pasar modal Indonesia, hal itu bermanfaat untuk meredam volatilitas tinggi akibat permainan asing yang sering menunggangi isu-isu global demi menangguk untung.


Selain itu, DK yang baru wajib memiliki kemampuan lobi yang baik dengan berbagai pihak --lembaga eksekutif, legislatif, maupun lembaga negara lain-- untuk memajukan industri jasa keuangan kita yang masih kalah dibanding Singapura atau Hong Kong. Industri jasa keuangan kita harus bisa dikembangkan setidaknya menjadi nomor 1 di Asean, mengingat PDB kita yang terbesar di kawasan atau mencapai 35%.


Hal lain yang tak kalah penting adalah kemampuan lobi internasional dan memprioritaskan kepentingan nasional. DK hasil reformasi wajib memperjuangkan penerapan asas resiprokal, terutama di sektor perbankan, untuk mendukung pengembangan perbankan RI yang harus mengikuti ekspansi perusahaan nasional di kawasan regional maupun internasional. DK baru wajib pula mempunyai jaringan internasional yang kuat, guna mempromosikan investasi di Indonesia di berbagai forum investor global. (*)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!