ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 24 Juni 2017
BS logo

Ancol, Alternatif Wisata di Pusat Kota
Oleh Laila Ramdhini | Minggu, 18 Juni 2017 | 16:06

Hembusan angin sore itu cukup kencang. Matahari masih menyisakan sengatannya sebelum tenggelam.

 

Sejauh mata memandang, telihat hamparan pasir dan anak-anak yang bermain lincah di atasnya. Air laut di depannya tampak tidak begitu jernih, tapi cukup tenang dengan gelombang kecil yang menggerakannya. Di belakangnya, kontras berdiri gedung-gedung jangkung yang saling berhadapan.

 

Pantai selalu jadi tempat menyenangkan untuk liburan. Tidak perlu jauh-jauh merapah Bali sampai Nusa Tenggara, apalagi terjebak macet di jalur pantai utara Jawa agar bisa piknik di pantai. Buat warga Jakarta, Pantai Ancol bisa jadi alternatif rekreasi yang murah dan mudah di tengah rutinitas kehidupan.

 

Sepanjang tahun, Pantai Ancol selalu ramai dikunjungi wisatawan dalam negeri. Lokasinya yang mudah diakses dari dalam kota cukup menarik perhatian warga Jakarta dan sekitarnya. Pantai Ancol terletak di dalam komplek wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara bersama Dunia Fantasi, Sea World, Ocean Park, dan Atlantis. Kawasan wisata ini dikelola PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJA).

 

“Jumlah pengunjung Ancol di akhir pekan mencapai 70-80 ribu orang per hari,” kata Ellen Gaby Tulangow, sekretaris perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol kepada Investor Daily, di Jakarta, Jumat (16/6).

 

Ada beberapa pantai di kawasan Taman Impian Jaya Ancol seperti Pantai Beach Ancol, Pantai Ria, dan Pantai Bende yang dapat dinikmati sekaligus oleh pengunjung karena berada dalam satu garis pantai. Wisatawan yang datang dengan keluarga dan membawa anak kecil pun tidak perlu khawatir untuk bermain di Pantai Beach Ancol. Bibir pantai ini cukup dangkal sehingga memungkinkan mereka untung berenang dan bermain di pasir pantai.

 

Tidak jauh dari situ, terdapat Pantai Ria yang diperuntukkan bagi pengunjung yang hendak berolahraga seperti jogging atau bersepeda. Di pantai ini, wisatawan dilarang berenang karena strukturnya yang curam. Sepanjang pantai ini pun telah dibuat tanggul. Namun, anak-anak tetap bisa bermain di sekitar pantai karena ada replika kapal pecah dan pasir pantai putih.

 

Pantai Bende biasanya jadi favorit muda-mudi. Pengelola telah menambahkan pasir putih di pantai ini sehingga terlihat luas dan nyaman. Pengunjung bisa duduk atau berjemur di atas selembar kain atau tikar yang dibawa. Sedangkan di ujung pantai ini dibuat jembatan kayu menjorok sampai ke dermaga di tengah laut yang disebut ‘dermaga cinta’.

 

Di sini lah spot menarik bagi turis untuk berswafoto bersama-sama. Ancol mestinya jadi oase di padang pasir. Sayangnya, kadang warga ibukota lupa akan keberadaan pantai ini di tengah himpitan bangunan-bangunan pencakar langit dan kendaraan besi. Padahal tiket masuk ke Ancol cukup terjangkau, yakni Rp 25.000 per orang, Rp 25.000 untuk mobil, dan Rp 15.000 untuk motoryang masuk.

 

Fasilitas di Taman Impian Jaya Ancol sudah sangat lengkap seperti warung makan yang dikelola oleh penduduk setempat, restoran dan minimarket waralaba, toilet, dan tempat parkir yang luas. Berbagai penginapan pun tersedia di dalam kawasan wisata ini.

 

Serupa, infrastruktur di Taman Impian Jaya Ancol pun cukup baik. Rambu-rambu lalu lintas dan penunjuk jalan terpasang jelas. Bahkan, disediakan Bus Wara-Wiri yang bisa mengantar penumpang berkeliling Ancol. Bus Wara-Wiri memiliki dua rute perjalanan, yakni bus rute timur dan rute barat. Adapun rute timur dari Shelter Pantai Ria menuju Sentral Parkir. Sementara rute barat dari Pasar Seni ke Atlantis. (lrd)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/berbagai-warna-di-libur-lebaran/161734


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.