ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 26 Juni 2017
BS logo

PENGALAMAN BERKUNJUNG DI PULAU SERIBU MASJID (2)

Masjid Kuno Bayan
Oleh Imam Mudzakir | Minggu, 11 Juni 2017 | 11:10

Luas Masjid Kuno Bayan Beleq 9 X 9 meter persegi (m2) dengan dinding rendah dari anyaman bambu. Foto: IST Luas Masjid Kuno Bayan Beleq 9 X 9 meter persegi (m2) dengan dinding rendah dari anyaman bambu. Foto: IST

Membicarakan masjid di Lombok tak luput dari membicarakan Masjid Kuno Bayan Beleq, yang berlokasi di Desa Bayan, Kecamatan Bayan. Inilah salah satu masjid yang menjadi saksi bisu masuknya agama Islam di Pulau Lombok.

 

Masjid yang berdiri di sebuah bukit dan dikelilingi beberapa cungkup makam para penyebar agama Islam ini diperkirakan dibangun ratusan tahun lalu, oleh seorang muballigh. Namun, hingga kini belum ditemukan sumber tertulis yang menyebutkan siapa pendirinya dan pada tahun berapa masjid didirikan. Saking tuanya usia rumah ibadah ini, membuat Masjid Kuno Bayan dijadikan ikon pariwisata budaya Lombok.

 

Luas Masjid Kuno Bayan Beleq 9 X 9 meter persegi (m2) dengan dinding rendah dari anyaman bambu. Sedangkan atapnya berbentuk tumpang yang tersusun rapi dari bilah bambu atau dikenal dengan bahasa Dayan Gunung atap santek dengan lantai tanah yang dasarnya dari susunan batu kali.

 

Masjid kuno ini selain sebagai ikon wisata, juga diabadikan dalam lambang daerah Kabupaten Lombok Utara. Masjid itu digambarkan dalam bentuk siluet bewarna merah sebagai integritas peradaban masyarakat Lombok Utara. Disebutkan, bangunan Masjid Kuno Bayan menggambarkan tonggak peradaban masyarakat Lombok Utara yang dibangun berdasarkan kesadaran kosmos, kesadaran sejarah, kesadaran adat, dan kesadaran spiritual.

 

Rumah ibadah umat Islam ini merupakan salah satu warisan budaya yang harus dipelihara sebagai situs cagar budaya yang berkontribusi dalam National Heritages. Warna merah pada stilisasi bangunan masjid kuno Bayan menunjukkan keberanian untuk menegakkan jati diri sebagai masyarakat budaya yang dibangun berdasarkan religiusitas yang kuat.

 

Konstruksi Masjid Kuno Bayan memiliki filosofis tersendiri yang terdiri atas kepala, badan dan kaki. Komposisi itu menggambarkan dunia atas, dunia tengah dan dunia bawah yang merupakan satu kesatuan dalam entitas kosmos masyarakat Lombok Utara. Bila dilihat dari jarak dekat, konstruksi bangunan Masjid Kuno Bayan tak ubahnya rumah-rumah di desa Bayan. Bentuk bangunan masjid serupa dengan bentuk bangunan rumah-rumah tradisional asli masyarakat Bayan.

 

Saat pertama kali melihat, bisa jadi wisatawan tidak mengira bahwa bangunan itu merupakan sebuah masjid. Di dalam masjid juga terdapat sebuah bedug dari kayu yang digantung di tiang atap masjid serta makam beleq (makam besar) dari salah seorang penyebar agama Islam pertama di kawasan ini, yaitu Gaus Abdul Rozak.

 

Di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua gubuk kecil yang di dalamnya terdapat makam tokoh-tokoh agama yang turut membangun dan mengurus masjid ini sejak dari awal. Masjid Kuno Bayan dikelilingi oleh makam para kyai yang membawa Islam pada zaman dahulu.

 

Selain itu, juga terdapat beberapa cungkup makam. Tercatat beberapa nama di makam tersebut, antara lain Pawelangan, Titi Mas Puluh, Sesait, dan Karem Saleh. Mereka adalah tokoh-tokoh yang menyebarkan Islam di Lombok. Makam tersebut dibuat seperti rumah dari bedek (dinding dari bambu).

 

Bagi wisatawan yang mau berkunjung ke Masjid kuno Bayan Belek tak terlalu sulit. Sarana transfortasi yang ada cukup baik dan lancar dari ibu kota Provinsi NTB (Mataram) maupun dari timur Labuhan Lombok.

 

Sementara itu, masjid yang menjadi primadona lainnya dan dijadikan tempat wisata adalah Masjid Islamic Center di Mataram. Masjid ini mulai dibangun pada 2011 di atas lahan seluas 7,6 hektare (ha) dengan biaya Rp356 miliar. Kompleks Islamic Center ini memiliki fungsi sebagai tempat peribadatan, pendidikan, museum, wisata religi, perekonomian, dan tempat berolah raga. (bersambung)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/tourism/pesona-alam-dan-budaya/161388


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.