ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 30 Maret 2017
BS logo

WAJAH BARU SITUS BUDAYA DI YOGYAKARTA (2)

Mengintegrasikan Candi
Oleh Laila Ramdhini | Senin, 6 Maret 2017 | 13:16

Sekitar 3 kilometer ke arah selatan dari Candi Prambanan, terdapat Candi Ratu Boko. Konon, situs Ratu Boko sebenarnya bukan merupakan candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan. Oleh karena itu, Candi Ratu Boko sering disebut juga Kraton Ratu Boko. Disebut kraton karena menurut legenda situs tersebut merupakan istana Ratu Baka, ayah Lara Jonggrang. Kata ’kraton’ berasal dari kata Ka-ra-tu-an yang berarti istana raja.


Situs Ratu Boko dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, namun kemudian diambil alih oleh raja-raja Mataram Hindu. Peralihan ’pemilik’ tersebut menyebabkan bangunan Kraton Boko dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme.


Saat ini Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko dikelola oleh PT Wisata Candi. Sekretaris Perusahaan PT Wisata Candi Achmad Muchlis mengatakan sejak dikelola oleh perusahaan plat merah ini, ketiga candi tersebut terus melakukan pembenahan.


“Kami terus mengembangkan ketiga Candi ini, khususnya yang berhubungan dengan pelayanan. Kita jadikan objek wisata ini sebagai inspiring heritage, jadi tidak hanya candinya saja, tapi ada kawasan wisata lain,” kata Achmad, saat dihubungi Investor Daily melalui sambungan telepon dari Jakarta, Jumat (3/3).


Achmad mengatakan fokus utama PT Wisata Candi adalah mengintegrasikan ketiga candi agar wisatawan bisa menikmati candi tersebut dalam sekali perjalanan. Harapannya, tingkat kunjungan turis mancanegara dan domestik ke candi-candi tersebut bisa terus meningkat.


“Tahun 2016 jumlah pengunjungnya naik lebih dari 5% dari tahun 2015. Trennya memang jumlah wisatawan selalu naik sekitar 5-10% setiap tahunnya,” kata Achmad.


Di samping itu, kata Achmad, perusahaan tengah mengembangkan wilayah di sekitar candi menjadi kawasan wisata. Dia menyebutkan penduduk sekitar bisa menggelar atraksi kesenian yang ditonton oleh para wisatawan. Menurut Achmad, di sekitar Candi Borobudur ada 20 desa yang akan dibina menjadi objek wisata tersebut.


“Harapannya, budaya Indonesia bisa lebih dikenal dan ekonomi masyarakat bisa terangkat. Kami menawarkan paket wisata untuk berkeliling ke desa sekitar dengan tarif tertentu,” ujarnya.


Achmad menuturkan perseroan juga menggandeng travel agent sebagai mitra dalam mempromosikan dan menyediakan akomodasi perjalanan dari dan menuju candi. Menurut Achmad, promosi Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko ini telah sampai ke mancangeara seperti Rusia, Jerman, Cina, Jepang, dan Korea Selatan.


“Tahun ini kami optimis jumlah wisatawan yang ke sini bisa meningkat. Terutama kunjungan dari negara-negara di EropaTimur dan Asia Timur, dan Timur Tengah yang sedang digarap Kementerian Pariwisata,” katanya. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/grand-mercure-adi-sucipto-hotel-bintang-lima-rasa-yogyakarta/157357


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.