ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

MENELISIK WISATA SEJARAH KOTA SEMARANG (2)

Stasiun Tawang, Tempat Transit Pengungsi Perang 1949
Oleh Imam Mudzakir | Senin, 20 Maret 2017 | 11:41

Peninggalan lain yang masih berdiri kokoh di Semarang adalah stasiun Tawang. Awalnya, ini adalah stasiun perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij (NIS) di Semarang. Stasiun Tawang yang diresmikan pada 1 Juni 1914 menggantikan stasiun NIS yang pertama yang terletak di desa Kemijen berdekatan dengan Pelabuhan Semarang.

Stasiun Tawang pernah dijadikan tempat transit pengungsi yang menuju ke Semarang semasa perang meletus tahun 1949. Sejumlah 794 pengungsi yang berasal dari Yogyakarta tiba di Stasiun Tawang (Semarang) pada 23 Mei 1949. Mereka membawa barang seadanya, contohnya sepeda dan beberapa property lain.

Stasiun Semarang Tawang dirancang oleh Ir. Sloth-Blauwboer, tenaga ahli di NIS. Direksi NIS memberikan arahan kepada Sloth-Blauwboer bahwa, sesuai dengan filosofi perusahaan NIS stasiun baru yang akan dibangun tidak perlu monumental, tapi juga tidak boleh terlihat buruk. Namun penilaian masyarakat ketika itu berbeda. Harian Bataviaasch nieuwsblad terbitan 2 Juni 1914 melaporkan bahwa stasiun itu adalah stasiun terindah di Hindia Belanda.



Stasiun Tawang dirancang khusus untuk melayani angkutan penumpang, sedangkan angkutan barang tetap dilayani stasiun lama di Kemijen. Bangunan Stasiun Tawang membentang sepanjang 175 meter. Ruang utama (main hall) beratap kubah yang lapang mempunyai 20 meter kali 18 meter.



Berburu Kuliner

Selain memiliki banyak destinasi wisata budaya dan sejarah, Kota Semarang juga terkenal dengan kota kuliner. Banyak tempat tempat kuliner dan pusat jajanan yang layak diserbu oleh wisatawan. Sebut saja misalnya, Kampung Laut.

Kawasan ini merupakan salah satu tempat kuliner yang tak sepi dari pengunjung, terutama dikala hari libur. Banyak wisatawan yang mampir ke pusat kuliner ini untuk berburu berbagai jajanan dan hidangan berbahan baku hasil laut.

Wisatawan yang datang pada malam hari akan disuguhi suasana romantis, tenang, dan pemandangan yang mengasyikan. Bagi para pencinta fotografi kawasan ini dapat menjadi obyek yang menarik.

Titik wisata kuliner lainnya di Semarang adalah Jalan Pandanaran. Jalan yang berada di tengah-tengah kota Semarang ini merupakan sentra jajanan oleh-oleh khas Semarang. Di tempat inilah makanan khas Semarang seperti lumpia, bandeng presto, dan wingko babat dapat ditemui dengan mudah.

Selain lumpia, oleh-oleh khas Semarang yang juga banyak dijual di jalan Pandanaran adalah bandeng presto. Bandeng presto adalah ikan bandeng berduri lunak karena dimasak menggunakan uap air betegangan tinggi.

Harga bandeng presto di Jalan Pandanaran sangat bervariasi, misalnya saja ditoko Bandeng Juwana, bandeng rasa teriyaki atau bandeng dalam sangkar yang terdiri dari 3-4 ekor ikan. (imm)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/hotel/istirahat-di-hotel-nyaman/157898


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.