ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Maret 2017
BS logo

Wajah Baru Situs Budaya di Yogyakarta
Oleh Laila Ramdhini | Senin, 6 Maret 2017 | 13:19

Candi Borobudur. Foto: Investor Daily/DOK Beritasatu Media Candi Borobudur. Foto: Investor Daily/DOK Beritasatu Media

YOGYAKARTA dikenal karena candi. Ada lebih dari 20 candi di Yogyakarta dan sekitarnya sebagai peninggalan kerajaan Hindu dan Budha. Warisan budaya itu pun telah mendunia. Bahkan, Candi Borobudur pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.


Selain Candi Borobudur, ada Candi Prambanan dan Ratu Boko yang menjadi primadona di Yogyakarta. Setelah melalui berbagai tahapan pemugaran dan revitalisasi, ketiga candi ini semakin kokoh berdiri sebagai pemikat wisatawan. Pemerintah rupanya jeli menangkap sinyal tersebut. Melalui badan usaha milik negara (BUMN) PT Wisata Candi, ketiga candi ini dikelola sejak akhir 1990 dan terus dikembangkan menjadi kawasan wisata terintegrasi.


Investor Daily sempat mengunjungi Candi Prambanan pada akhir Januari 2017. Wajah Prambanan yang dulu agung dan terkesan membosankan, kini menjadi cantik rupawan. Infrastruktur sudah dibenahi sedemikian rupa. Loket karcis dan akses masuk sudah tertata rapi. Masuk ke dalam kawasan candi, terbentang jalan lebar bagi pejalan kaki, yang dikelilingi rerumputan dan pohon besar. Toilet dan mushola yang tersedia di dekat pintu masuk pun sangat bersih.


Prambanan berdiri megah di hadapan kami saat matahari mulai tenggelam. Beberapa orang masih asik mengambil gambar. Sebagian sudah berjalan menuju pintu keluar. Candi ini ditutup pukul 18.00 WIB.


Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu.


Denah asli Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar. Sementara, pelataran tengah yang berbentuk persegi panjang dulunya dikelilingi pagar batu, namun saat ini sudah runtuh.


Pelataran dalam, merupakan pelataran yang paling tinggi letaknya dan yang dianggap sebagai tempat yang paling suci. Pelataran ini berdenah persegi empat. Pelataran ini dikelilingi oleh turap dan pagar batu. Di keempat sisinya terdapat gerbang berbentuk gapura paduraksa.


Di pelataran dalam terdapat dua barisan candi yang membujur arah utara selatan. Di barisan barat terdapat tiga buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di selatan adalah Candi Brahma. Di barisan timur juga terdapat 3 buah candi yang menghadap ke barat. Ketiga candi ini disebut candi wahana (kendaraan), karena masing-masing candi diberi nama sesuai dengan binatang yang merupakan tunggangan dewa. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/mengintegrasikan-candi/157358


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.