ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Februari 2017
BS logo

JANUARI, NERACA PERDAGANGAN SURPLUS US$ 1,4 MILIAR (5)

Perbaikan Kinerja Ekspor Belum Sentuh Volume
Oleh Yosi Winosa dan Tri Listiyarini | Jumat, 17 Februari 2017 | 14:24

Sedangkan ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih melihat bahwa perbaikan kinerja ekspor belum menyentuh peningkatan volume dan hanya terbantu harga yang membaik, misalnya untuk komoditas lemak nabati yang banyak diekspor ke Tiongkok dan India. Hal ini juga seiring faktor musiman seperti kebijakan RRT yang meningkatkan impor lemak nabati untuk kebutuhan Tahun Baru Tiongkok.


“Perbaikan ekspor kami harapkan masih berlanjut, tapi dari sisi peningkatan volume yang mewakili permintaan dari luar negeri yang menguat masih sulit. Di sisi lain, kami berharap pembangunan dalam negeri bisa lebih baik, sehingga bisa meningkatkan aktivitas impor dalam batas yang masih di bawah kenaikan ekspor, sehingga ekonomi kita bisa tertolong. Secara umum, saya melihat akan ada perlambatan surplus perdagangan RI tahun ini,” kata dia.


Sedangkan ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal memperkirakan ekspor tahun ini tumbuh positif, setelah beberapa tahun terakhir tumbuh negatif, namun masih marjinal 0,8%. Hal ini didorong kenaikan harga komoditas, walaupun terbatas.


Menurut dia, kebijakan proteksionis AS belum akan berdampak signifikan bagi Indonesia, paling tidak belum untuk tahun 2017. Pasalnya, fokus kebijakan proteksi masih tertuju pada impor dari Tiongkok dan Meksiko.


Selain itu, proteksi untuk produk-produk manufaktur padat karya lebih sukar diberlakukan di AS, karena adanya perbedaan besar tingkat upah buruh di AS dengan negara asal impor. “Sementara itu, ekspor Indonesia ke AS lebih ke ekspor manufaktur padat karya (bukan padat modal seperti otomotif), di samping ekspor komoditas,” kata dia.


Terkait defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok, ia melihat adanya transisi ekonomi di Tiongkok yang lebih mendorong konsumsi di dalam negeri dan porsi ekspornya berkurang.


"Semestinya Indonesia berpeluang untuk mendorong ekspor dengan lebih memasuki pasar Tiongkok. Namun, ini masih tergantung dari seberapa agresif pemerintah mendorong ekspor, khususnya ke Tiongkok. Hambatan daya saing di dalam negeri perlu segera diatasi, supaya bisa bersaing di pasar Tiongkok,” tandas dia. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/indef-perkirakan-ekspor-tumbuh-hingga-8/156680


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!