ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 24 Juni 2017
BS logo

Produk Manufaktur Indonesia Akan Dipamerkan di Davao
Minggu, 18 Juni 2017 | 5:48

Sejumlah pengunjung melihat berbagai mesin produksi manufaktur pada pameran di Jakarta, belum lama ini.  Foto ilustrasi: dok. Investor Daily Sejumlah pengunjung melihat berbagai mesin produksi manufaktur pada pameran di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

JAKARTA - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City akan menyelenggarakan "The 1st Indonesian Manufactured Products Expo (IMPE)" pada 22-24 Juli 2017 di Indonesian Convention Center, Davao City.

Expo ini akan menampilkan deretan produk-produk manufaktur unggulan Indonesia yang potensial untuk dipasarkan di Filipina. Di antaranya produk suku cadang otomotif, bahan konstruksi, peralatan mesin, kosmetik, pulp and paper, dan sejumlah produk manufaktur lainnya, demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Untuk menarik lebih banyak potential buyer/partner dalam Expo tersebut, KJRI telah bekerja sama dengan Davao City Chamber of Commerce and Industry Inc. (DCCCII) untuk memasukkan IMPE dalam rangkaian kegiatan Davao Investment Conference pada 21-22 Juli 2017.

Oleh karena itu, para pengusaha Indonesia yang akan berpartisipasi dalam IMPE diharapkan juga turut hadir pada kegiatan Davao Investment Conference dan Business Matching pada 21 Juli 2017.

Indonesian Manufactured Expo yang berlangsung selama tiga hari tersebut juga akan diisi dengan One-on-One Business Matching dan Product Presentation oleh masing-masing exhibitor. Disamping itu, guna memeriahkan Expo akan diselenggarakan pula pagelaran seni dan budaya, serta promosi pariwisata, dan penampilan Barista Indonesia dalam menyajikan kopi khas Indonesia.

Konjen RI Davao City, Berlian Napitupulu mengatakan walaupun total nilai perdagangan Indonesia dan Filipina mengalami trend peningkatan sebesar 6,34% pada periode 2012-2016, bahkan Indonesia menduduki peringkat No.7 sebagai negara mitra utama perdagangan Filipina, namun angka tersebut masih didominasi oleh perdagangan antara Jawa dan Luzon, sebagai pusat perekenomian kedua negara.

Masalahnya, nilai perdagangan antara Filipina Selatan (Mindanao) dengan Kawasan Timur Indonesia yang notabene berbatasan langsung dengan Filipina belum berkontribusi secara signifikan terhadap perdagangan kedua negara. Padahal kedua kawasan mempunyai potensi ekonomi yang besar.

Melihat kenyataan ini dan potensi peningkatan kedepannya, Konjen Berlian menyampaikan bahwa KJRI akan melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak nilai perdagangan kedua wilayah dengan melakukan serangkaian kegiatan promosi ekonomi dan pameran dagang.

Konjen Berlian juga mengajak para awak media yang hadir untuk membantu mempromosikan peningkatan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya antara Indonesia dengan Filipina Selatan. Mengingat produk-produk perdagangan kedua wilayah adalah kunci penentu keberlangsungan Roro Davao-General Santos-Bitung yang diluncurkan oleh Presiden kedua negara pada 30 April lalu. (gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!