ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 29 Juni 2017
BS logo

ALEXANDER RUSLI, Kesempatan Selalu Ada
Senin, 25 Februari 2013 | 14:14

Muda, ramah, dan meyakinkan. Berbekal tiga hal itu, Alexander Rusli cepat akrab dengan para wartawan. Ia bahkan menjadi salah satu kesayangan media (media darling), khususnya di jagat bisnis telekomunikasi.  Alex —begitu ia kerap disapa— memang membuat kagum banyak orang. Pada usianya yang baru 42 tahun, ia sudah menyandang jabatan prestise sebagai direktur utama/ chief executive officer (CEO) PT Indosat Tbk, operator seluler papan atas Indonesia.

Di perusahaan publik sekaliber Indosat, tanggung jawab Alex sungguh berat. Apalagi tahun lalu kinerja Indosat sempat terpuruk. Utang perusahaan mencapai puluhan triliun rupiah. Belum lagi kasus dugaan penyalahgunaan frekuensi 2,1 GHz yang masih membelit Indosat dan anak usahanya, PT Indosat Mega Media (IM2).

Alex, yang menerima estafet kepemimpinan dari Harry Sasongko mulai 1 November 2012, ternyata tipe eksekutif berdaya juang tinggi dan tahan banting. Tekanan dan tantangan justru makin mengobarkan semangat dan optimismenya. “Saya yakin peluang dan kesempatan selalu ada. Tinggal bagaimana memanfaatkan dan memaksimalkannya sebaik mungkin,” tutur Alexander Rusli kepada wartawan Investor Daily Rizagana dan Farid Firdaus di Jakarta, belum lama ini.

Meski usianya masih muda, Alex memang bukan ‘anak bawang’. Selain punya bekal pendidikan yang cukup, pria kelahiran Sydney, 20 Februari 1971 ini memiliki pengalaman yang memadai sebagai top manager. “Saya ditunjuk oleh para pemegang saham untuk langsung take off,” ujar mantan managing director Northstar Pasific yang pernah menjabat sebagai staf ahli Kementerian BUMN dan staf ahli Kemkominfo itu.

Apa strategi Alexander Rusli dalam menakhodai emiten bersandi saham ISAT itu di tengah kian sengitnya persaingan antaroperator seluler? Bagaimana pandangannya mengenai industri telekomunikasi ke depan? Apa pula harapanharapannya? Berikut petikan lengkap wawancara tersebut.

Bisa cerita latar belakang pendidikan Anda?
Latar belakang pendidikan saya memang di bidang teknologi informasi (TI). Saya lulus dari Curtin Univesity di Perth, Australia. Saya pulang ke Indonesia pada 1997. Sebenarnya saya butuh waktu satu setengah tahun untuk berpikir kapan tepatnya pulang ke Tanah Air. Di Australia, saya menempuh gelar S1 dilanjutkan S2 di bidang TI. Saya sempat menjadi dosen juga di Curtin Univesity. Ketika itu, saya pun mangajukan disertasi untuk S3.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.