ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 30 Maret 2017
BS logo

REYNOLD WIJAYA , Pendiri dan CEO PT Mitrausaha Indonesia Group (MODALKU)

Berani Gagal, Sukses akan Datang
Selasa, 31 Januari 2017 | 11:36

Reynold Wijaya, pendiri dan CEO PT Mitra Usaha Indonesia Grup (Modalku). Investor Daily/IST Reynold Wijaya, pendiri dan CEO PT Mitra Usaha Indonesia Grup (Modalku). Investor Daily/IST

Ada beragam jalan menuju kesuksesan. Salah satunya adalah dengan tidak pernah takut menghadapi kegagalan serta merasa lebih baik mencoba dan gagal daripada gagal mencoba. Seperti itulah yang dilakukan Reynold Wijaya, pendiri dan chief executive officer (CEO) perusahaan rintisan PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).


Sempat beberapa kali gagal diterima di kejuruan bisnis kampus ternama dunia, Reynold tidak pernah menyerah hingga akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan rintisan funding societies di Singapura pada 2015 dan dilanjutkan dengan mendirikan Modalku setahun kemudian.


Belum lama ini, wartawan Investor Daily Yosi Winosa berkesempatan mewawancarai Reynold Wijaya, peraih predikat summa cum laude dari Jurusan Teknik Industri The University of Michigan, Amerika Serikat (AS). Berikut petikan lengkap wawancara tersebut.


Bisa diceriterakan awal mula Anda menggeluti dunia bisnis hingga sampai di posisi sekarang?

Saya bersyukur karena besar di lingkungan keluarga yang memiliki bisnis. Dari kecil, saya sudah diberikan exposure tentang dunia bisnis. Sejak kecil, saya sering diajak ke pabrik dan kantor untuk ikut meeting dan belajar. Sewaktu kuliah pun saya sering meluangkan waktu untuk itu. Karena besar di dunia bisnis, saya menjadi sangat passionate tentang membuat bisnis yang bermanfaat bagi lingkungan.


Apa yang melatarbelakangi keputusan Anda hingga memilih industri fintech melalui Modalku?

Saya bercita-cita ingin memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Sebelumnya, dari bisnis keluarga saya, dampak positif dirasakan untuk perusahaan yang dibangun dan orang sekitar, namun tidak memberikan dampak secara nasional.


Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah tulang punggung negara. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, sekitar 99,99% unit usaha di Indonesia adalah UMKM. UMKM memperkerjakan 97% dari tenaga kerja nasional dan menyumbang 60,3% terhadap pendapatan negara.


Faktanya, UMKM yang kuat menciptakan ekonomi yang kuat. Namun, banyak UMKM potensial di Indonesia yang sulit berkembang karena kekurangan modal usaha. Karena itulah, membuka akses kredit bagi UMKM sangat penting bagi ekonomi nasional. Dan, itulah yang saya lakukan melalui Modalku.


Obsesi Anda ke depan terhadap Modalku?

Saya berambisi untuk mengembangkan Modalku menjadi platform P2P (peer-to-peer) lending yang berkelas dunia, berbasis teknologi untuk UKM layak, namun belum layak kredit di Asia Tenggara. Dengan dukungan teknologi, kami berharap dapat benar-benar membantu UKM-UKM. Mereka yang belum terjamah akses kredit bisa mendapatkan pendanaan dan berkembang. Ini juga akan membangun ekonomi Indonesia lebih kuat.


Anda beberapa kali gagal tapi terus berusaha untuk sukses. Apa yang memberi dorongan kepada Anda untuk terus mencoba?

Saya takut akan menyesal bila tidak mencoba sesuatu. Karena itulah saya berani terus mencoba. Meskipun nantinya ada kemungkinan gagal, saya telah mencoba sebaik mungkin sehingga tidak ada penyesalan di kemudiaan hari.


Contoh kegagalan Anda dan bagaimana Anda bangkit?

Lulus dari University of Michigan pada 2010, saya melamar ke beberapa universitas, termasuk Harvard, Stanford MIT, dan Yale untuk meneruskan kejuruan bisnis. Jalannya sungguh berat. Saya harus tes (graduate management admission test/ujian penerimaan masuk manajemen pascasarjana) sampai lima kali dan saya malah lebih banyak mendapat surat penolakan daripada penerimaan.


Tapi akhirnya saya bisa diterima Harvard saat mencoba kedua kalinya, dua tahun kemudian. Ini bica saya raih karena saya tidak pernah menyerah. Selain di aspek akademis, saya pernah gagal saat bekerja di perusahaan milik keluarga, PT United Family Food. Saya sempat hampir gagal membuat standardisasi industri.


Kiat Anda mencapai kesuksesan dalam bisnis?

Saya harus berani menghadapi kegagalan. Sebab, pada waktunya, sukses akan datang selama kita tidak pernah menyerah.


Prinsip yang menjadi pegangan hidup Anda?

Saya memegang prinsip-prinsip integritas, kepercayaan, dan penghargaan terhadap relasi. Menurut saya, hidup harus dijalani dengan totalitas dan senantiasa mengejar cita-cita. Segala sesuatu yang saya kerjakan harus dengan cara yang menyenangkan, dihargai, dan dituntaskan.


Siapa sumber inspirasi dalam kehidupan Anda?

Saya percaya keluarga memegang peranan penting dalam kesuksesan saya. Merekalah sumber inspirasinya. Menurut saya, kualitas sebuah keluarga sangat memengaruhi kualitas kerja seseorang. Bahkan, tidak akan pernah ada kesuksesan yang bisa menggantikan kegagalan dalam sebuah keluarga. Saya dibesarkan di lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang.


Selanjutnya, salah satu keuntungan bekerja di perusahaan keluarga, saya bisa bekerja sekeras mungkin sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama ibu saya. Beliau mengurus bisnis dari kecil hingga tumbuh besar. Selain dari keluarga, inspirasi datang dari profesor saya yang selalu men-encourage saya untuk memulai sebuah bisnis.


Yang lainnya?

Buku. Saya membaca biografi tokoh pegusaha luar negeri, juga tokoh pengusaha nasional, salah satunya buku William Soerjadjaja yang berhasil membangun perusahaan raksasa otomotif PT Astra International Indonesia dari nol. Dia sangat luar biasa inspiratif.


Di luar urusan bisnis, untuk kehidupan yang lebih luas, apa obsesi Anda?

Saya mempunyai tiga cita-cita dalam hidup, yaitu mendirikan perusahaan yang makmur, memiliki keluarga yang bahagia, dan berkontribusi terhadap masyarakat sekitar. Saya bersyukur, saat ini Modalku sudah ada progres, saya juga segera menikah. Tapi yang masih harus ditingkatkan adalah berkontribusi kepada masyarakat sekitar.


Karena itu, dalam jangka pendek, saya ingin mematangkan bisnis yang bisa bermanfaat dan lebih fokus kepada masyarakat. Saat ini karakter bisnis yang saya geluti punya tantangan berat, namun menarik sekali. Kami harus membantu orang untuk tumbuh, terutama mereka yang nggak punya akses keuangan. (*)


Baca juga http://id.beritasatu.com/profil/dari-hiking-kayaking-hingga-futsal/155986


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!