Biden Dianggap Menang, Bandar Judi Sudah Bayar Petaruh Rp 334 Miliar

Sydney, Beritasatu.com- Di Australia, situs perjudian Sportsbet telah membayar US$ 23 juta (Rp334 miliar) setelah mengakui pemenang pemilihan presiden AS adalah kandidat dari partai Demokrat yakni Joe Biden.

Seperti dilaporkan RT, Kamis (5/110, pembayaran dilakukan bahkan ketika Presiden Donald Trump telah mengajukan gugatan di tiga negara bagian karena dugaan kecurangan pemungutan suara.

Sportsbet menyebut pemenang pemilihan AS 2020 adalah Biden pada Kamis (5/11) pagi waktu setempat (Rabu malam di AS). Situs taruhan olahraga itu mengumumkan "pembayaran awal" besar-besaran untuk pengguna yang menempatkan uang pada Demokrat. Sportsbet mengisyaratkan pula bahwa masih ada lebih banyak uang untuk dibayarkan.

Pasar masih terbuka bagi mereka yang ingin bertaruh pada kampanye AS, Sportsbet mencuit di samping kabar bahwa US$ 23 juta telah dibayarkan kepada individu yang memasang taruhan pada kontes.

Namun, mereka yang ingin memasang taruhan elektoral lainnya kurang beruntung, karena situs tersebut melaporkan "pasar" lain ditutup. Sementara Hari Pemilu datang dan pergi pada Selasa, pandemi virus corona telah membuat pemungutan suara berantakan karena jutaan surat suara masih harus dihitung.

Saat acara olahraga yang lebih sedikit dari biasanya untuk dipertaruhkan, terutama di Australia – negara yang menerapkan lockdown paling ketat di luar Wuhan - dan liputan media yang positif, pemilu AS telah terbukti menjadi usaha yang sangat menguntungkan bagi bandar judi Australia.

Sportsbet dan dua pesaing utamanya, Ladbrokes dan Tabcorp, semua bandar telah menghasilkan uang dalam kontes yang mengadu petahana Trump dari Partai Republik melawan penantang dari Partai Demokrat Joe Biden.

Ketiga lembaga tersebut telah melaporkan bahwa warga Australia memberikan lebih banyak uang untuk bertaruh pada pemungutan suara daripada di Melbourne Cup hari Selasa (3/11) (pacuan kuda literal) dan grand final Liga Rugby Nasional bulan lalu. Dilaporkan pula, pasar taruhan hanya sedikit yang mendukung Trump.