Akibat Perang Ukraina, PepsiCo Mengakhiri Produksi di Rusia

Moskwa, Beritasatu.com- Perusahaan raksasa minuman ringan Amerika, PepsiCo telah resmi mengakhiri produksi di Rusia akibat perang Ukraina. Seperti dilaporkan The Moscow Times, Selasa (20/9/2022), penghentian produksi ini dilakukan selang beberapa bulan setelah janji PepsiCo menangguhkan penjualan dan produksi sebagai respons atas invasi Rusia di Ukraina.

Negara Rusia adalah pasar terbesar ketiga PepsiCo pada tahun 2021 setelah Amerika Serikat dan Meksiko.

Seorang juru bicara PepsiCo yang dikutip oleh Reuters mengatakan produksi Pepsi, 7UP, dan Mountain Dew di Rusia telah berhenti “sejalan dengan” pengumuman awal Maret yang menangguhkan produksi, penjualan, kegiatan promosi, dan iklan di negara yang terkena sanksi tersebut.

Baca Juga: PepsiCo Luncurkan Minuman untuk Atasi Insomnia

"Semua konsentrat kemudian telah habis di Rusia dan produksi telah berakhir," kata mereka seperti dikutip pada 8 September.

Juru bicara itu menolak berkomentar ketika ditanya apakah penjualan juga dihentikan.

Pesaing PepsiCo, Coca-Cola telah menyatakan pada bulan Juni bahwa pembotolan dan pelanggan yang ada di Rusia kehabisan stok, setelah itu produksi dan penjualan produk Coke akan berakhir di Rusia.

Baca Juga: Starbucks Akan Hengkang dari Rusia setelah 15 Tahun

Tetapi Reuters melaporkan bahwa tinjauannya terhadap lusinan supermarket dan toko di dan sekitar Moskwa menunjukkan produk Pepsi dan Coca-Cola masih dijual, dengan 17 Agustus ditampilkan sebagai tanggal produksi terbaru.

Meskipun demikian, PepsiCo menyatakan akan terus menjual susu, makanan bayi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya di Rusia.